Sastra Anak Bukan Anak Sastra

Hasta Indriyana *
suarakarya-online.com

Saya cukup terganggu oleh sebuah pertanyaan yang dilontarkan seorang guru Sekolah Dasar ketika mengikuti workshop penulisan dalam sebuah acara haul sastra di Yogya (acara tersebut dibuka untuk umum), yang isi pertanyaannya kurang lebih menanyakan kiat-kiat menulis bagi anak. Poin pertanyaan yang mengganggu tersebut terutama mengenai apa yang harus ditulis oleh anak-anak seumuran SD, bagaimana cara pengajarannya, dan bagaimana implikasinya nanti. Continue reading “Sastra Anak Bukan Anak Sastra”

Kuda Lumping

Gerson Poyk
Suara Karya, 04 Agu 2007

Rumah makan Papacili didatangi seorang anak berusia empat belas tahun yang hanya memakai celana tanpa baju.
“Mau makan, Nak?” tanya Papacili.
“Mau, Pak, tapi tidak punya uang.”
“Siapa namamu?”
“Lumping, Pak.”
“Tidak punya uang kok masuk warung,” kata Papacili.
“Sudah berapa hari tak makan?” tanya Papacili. Continue reading “Kuda Lumping”

KRITIK SASTRA PASCA-HB JASSIN

F. Rahardi *
Kompas, 23 Apr 2000

SEPENINGGAL HB Jassin, masyarakat sastra Indonesia merasakan adanya sebuah “kekosongan”. Sebenarnya kekosongan ini bahkan telah mulai disadari semenjak akhir tahun ‘70-an ketika sang “Paus” sastra kita mulai tidak aktif menulis kritik.

Memang tetap ada orang yang rajin mengulas karya sastra. Misalnya Korie Layun Rampan, Faruk, Umar Junus, Sapardi Djoko Damono, untuk menyebut beberapa nama. Tetapi, dibandingkan HB Jassin sosok mereka masih belum “dianggap” oleh khalayak sastra Indonesia. Continue reading “KRITIK SASTRA PASCA-HB JASSIN”

“juru peta” sastra Indonesia [Hans Bague Jassin]

“Buku-buku para Manifestan dilarang terbit dan beredar.” H.B. Jassin

Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

DI samping mendapat julukan “Paus” Sastra Indonesia, Hans Bague Jassin juga dipanggil administrator dan diktator sastra. Ia pernah memukul Chairil Anwar. Dihukum 1 tahun penjara gara-gara cerpen Langit Makin Mendung. Inilah orang yang telah menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia. Lahir di Gorontalo, 31 Juli 191 7, mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia, juru peta sastra Indonesia yang tak pernah lelah. Continue reading ““juru peta” sastra Indonesia [Hans Bague Jassin]”

Bahasa »