Untuk Kekasih dan Semua yang Pernah jadi Kekasih
Abdul Aziz Rasjid
Radar Banyumas, 1 Feb 2009.
Di abad 11 Masehi, di dataran tinggi tanah Kasmhir. Seorang Brahmana bernama Kanchipur dihukum mati. Sebab ia mencintai muridnya sendiri, seorang putri bernama Champavati anak dari Raja Sundava.
Jauh, sebelum penghukuman itu terjadi. Raja Sundava memahami betul bahwa cinta dapat tumbuh di manapun, juga dalam bentuk apapun. Namun, bila cinta mesti mekar di antara keduanya maka cinta itu adalah terlarang, bahkan cinta yang tak boleh mengada di dunia. Sebab itu pula, Raja Sundava di awal kisah menipu keduanya. Continue reading “Cinta, Cintaku, dan Sebagainya”
