Cinta, Cintaku, dan Sebagainya

Untuk Kekasih dan Semua yang Pernah jadi Kekasih
Abdul Aziz Rasjid
Radar Banyumas, 1 Feb 2009.

Di abad 11 Masehi, di dataran tinggi tanah Kasmhir. Seorang Brahmana bernama Kanchipur dihukum mati. Sebab ia mencintai muridnya sendiri, seorang putri bernama Champavati anak dari Raja Sundava.

Jauh, sebelum penghukuman itu terjadi. Raja Sundava memahami betul bahwa cinta dapat tumbuh di manapun, juga dalam bentuk apapun. Namun, bila cinta mesti mekar di antara keduanya maka cinta itu adalah terlarang, bahkan cinta yang tak boleh mengada di dunia. Sebab itu pula, Raja Sundava di awal kisah menipu keduanya. Continue reading “Cinta, Cintaku, dan Sebagainya”

Menggagas Kamus Besar Bahasa Lampung

Iwan Nurdaya-Djafar
http://www.lampungpost.com/

Kamus merupakan khazanah yang memuat perbendaharaan kata suatu bahasa, yang secara ideal tidak terbatas jumlahnya. Hal ini sesuai dengan arti kata kamus yang diserap dari bahasa Arab qamus (jamak: qawamis), yang berasal dari kata Yunani okeanos yang berarti “lautan”. Sejarah kata itu jelas memperlihatkan makna dasar yang terkandung dalam kata kamus, yaitu wadah pengetahuan, khususnya pengetahuan bahasa, yang tidak terhingga dalam dan luasnya. Continue reading “Menggagas Kamus Besar Bahasa Lampung”

Sajak-Sajak Indra Tjahyadi

suarakarya-online.com

Maut Melesat

Dari perih jiwaku, maut bersayap melesat,
meledakkan waktu. Burung-burung marabu yang terkapar
di ujung cakrawala memekik, meniadakan tidur.
Aku terasing dari setubuh, tubuhmu yang telanjang
membentangkan kelam kuburku. Pohonan beringin tepi
jalan mengering tanpa umur. Jejakku mengerang di pusat
kabut, menginsyafi alur sedu kembara kesepian terkelu. Continue reading “Sajak-Sajak Indra Tjahyadi”

Bahasa ยป