Robert De Niro: Akting itu Sebagaimana Penyair

Benny Benke
http://suaramerdeka.com/

Satu dari sedikit aktor yang karismanya dalam sebuah film dinilai mampu mendatangkan penonton adalah Robert De Niro. Aktor, sutradara dan produser kelahiran 17 Agustus 1943 itu, yang dalam waktu dekat ini akan merilis film teranyarnya berjudul Limitless, berharap kemampuan aktingnya yang berlakon sebagai Carl Van Loon semakin jadi di film terbarunya nanti.

“Akting itu sebagaimana penyair, harus pandai-pandai mengasah kemampuan. Semakin Anda rajin mengasah kata dan makna sebagaimana dilakukan para penyair, semakin pandai Anda. Demikian halnya dengan aktor, semakin pandai Anda mendalami sebuah peran, semakin hebat Anda,” katanya.

Limitless adalah film bergenre drama thriller yang disutradarai oleh Neil Burger, dan naskahnya ditulis Leslie Dixon. Film ini diangkat ke layar lebar dari sebuah novel berjudul The Dark Fields karya Alan Glynn. Dalam film yang membutuhkan kemampuan akting ke dalam, atau watak itu, De Niro akan beradu kemampuan dengan aktor muda Bradley Cooper. Apa yang membuat perannya sebagai Jake LaMotta dalam film Raging Bull (1980) dapat meraih Academy Award sebagai Best Actor?

“Perannya, seperti biasa, saya nilai menantang,” ujarnya singkat. Dengan bekal, pernah juga dinominasikan meraih penghargaan di ajang yang sama ketika berlakon di film arahan sutradara Martin Scorsese berjudul Taxi Driver (1976) dan Cape Fear (1991), dia yakin mampu memberikan warna tersendiri di film Limitless. “Intinya, akting adalah akting. Hanya Anda perlu memberi warna tersendiri atas sebuah peran,” ujarnya lagi.

Atas rumusannya yang tampaknya sederhana, tapi sejatinya sangat dibutuhkan pemahaman yang sangat kompleks itulah, yang juga menempatkan namanya pernah mendapatkan empat nominasi di ajang Golden Globe Award untuk kategori Best Actor – Motion Picture Musical or Comedy di film New York, New York (1977), Midnight Run (1988), Analyze This (1999) dan Meet the Parents (2000).