Esai Bahasa Diamankan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Saat menonton berita TV saya terkejut mendengar pewarta mengabarkan bahwa pengungsi korban letusan Merapi “diamankan”. Andaikata saya tidak memahami konteks warta tersebut, saya pasti berkomentar “Oh, alangkah malang nasib pengungsi yang dikejar-kejar wedus gembel itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.” Continue reading “Esai Bahasa Diamankan”

Surat dari Betara

Putu Satria Kusuma
http://www.balipost.co.id/

Dalam siluet pagi yang indah, di Hari Raya Penampahan Galungan itu, seorang wanita berdiri di depan pintu, melepaskan senyum. Men Bukit gugup membalasnya. Lalu tangan wanita yang sangat dikenalnya menyodorkan sepiring lawar. Men Bukit ragu. Dulu membawakan makanan atau ngejot kepada tetangga dan saudara pada hari raya merupakan peristiwa yang penting untuk menegaskan tali kekeluargaan. Continue reading “Surat dari Betara”

Adakah Idealisme Itu Tumbuh di Hati?

Mengenang ”Puputan Margarana”
Agus Darmita Wirawan
http://www.balipost.co.id/

”Siapa yang mengatakan dirinya paling berjasa di sini, omong kosong. Baru begini saja sudah mengatakan diri paling berjasa. Rumahku sudah dibakar habis oleh NICA, dan keluargaku entah bagaimana sekarang, aku belum merasa diri berjasa sedikit pun. Ini hanya kewajiban, kalau kita ingin mengatakan diri kita berjuang untuk tanah air.” Continue reading “Adakah Idealisme Itu Tumbuh di Hati?”

Bahasa ยป