Goenawan Mohamad: Tentang Puisi dan Pemikiran

Asarpin *

Dua hal akan dengan gampang dikorbankan dalam krisis ekonomi yang seberat ini, di samping tenaga buruh, itu adalah seni dan pemikiran. Keduanya sudah pasti bukan termasuk bahan pokok. Keduanya juga lebih sering memakan beaya ketimbang menjadi sumber dana. Keduanya tak jarang merisaukan.

–GOENAWAN MOHAMAD, “Menangkis Negara, Menangkal Pasar”, dalam Utan Kayu Tafsir Dalam Permainan, Kalam, Jakarta : Agustus 1998, h. ix Continue reading “Goenawan Mohamad: Tentang Puisi dan Pemikiran”

Yumelda Chaniago: FFI 2007

Wawancara oleh Yumelda Chaniago (Suara Pembaruan) melalui email.
http://putuwijaya.wordpress.com/

1. Dalam list nominee kategori tata musik 4 di antaranya merupakan musisi yg telah dikenal, hanya satu yaitu Bobby Surjadi yg kurang dikenal.

Dgn komposisi spt itu terkesan juri ffi thn ini berusaha mencari jalan aman, agar tdk tertipu spt juri thn lalu dlm kasus ekskul, shg lebih memilih musisi2 yg punya nama. Bagaimana tanggapan mas Putu? Continue reading “Yumelda Chaniago: FFI 2007”

Angsa di Seberang Sungai

Miftahul Abrori
http://pawonsastra.blogspot.com/

Mata merah sayu itu menahan kantuk setelah semalam mendapat jatah piket redaksi. Sigit tampak kegerahan memandang layar komputer di ruang redaksi harian Garda Metro, sebuah koran nasional yang mempunyai anak cabang di kota ini. Rupanya deadline hari sabtu membuat ia tak berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan feature untuk edisi minggu. Sebagai wartawan rubrik Budaya dan Humanioria yang terbit setiap minggu ia seharusnya mempunyai waktu yang leluasa untuk mengatur jam menulis. Ide kreatifitasnya rupanya terpacu ketika mendekati deadline. Continue reading “Angsa di Seberang Sungai”

“Ada kalanya saya marah begitu keras dan adakalanya saya mendekapnya demikian erat!”

Bincang-bincang dengan Wijang Wharek
Han Gagas
http://pawonsastra.blogspot.com/

Aku menyusuri jalan terjauh dibanding selama ini yang pernah kutempuh. Jalan besar dan panjang dengan berbagai kendaraan lalu lalang di kanan kiri. Tubuhku masih agak sakit namun janji adalah janji, aku meneguhkan diri untuk berlanjut, jadwal yang mundur 1-2 jam malah membuatku lebih leluasa menaiki kendaraan. Melewati stadion Manahan di Kota Solo dan terus melaju hingga resort terbesar di Solo, Lor In, motor berbelok sebentar ke belakang kantor Bulog menjemput esais kita, Bandung Mawardi, dibelakang motor saya ternyata Poetri telah melaju dengan pelan, sendiri. Continue reading ““Ada kalanya saya marah begitu keras dan adakalanya saya mendekapnya demikian erat!””

Kelatahan Kita dalam Berbahasa dan Mempelajari Sastra

Arif Saifudin Yudistira *

”Kita dibaca bahasa atau kita membaca bahasa???”
[Afrizal Malna dalam sebuah diskusi]

Sejarah bahasa indonesia melampui proses yang panjang dalam menentukan format bernama “bahasa indonesia” yang saat ini berubah menjadi kecenderungan yang kaku, tersistem dan baku. Kebakuan dan kekakuan ini cenderung membuat bahasa menjadi sesuatu yang sukar difahami atau justru sebaliknya menjadi seakan-akan begitu mudah dipelajari. Continue reading “Kelatahan Kita dalam Berbahasa dan Mempelajari Sastra”

Bahasa »