Lokalitas dan Siasat Sastrawan

Raudal Tanjung Banua
lampungpost.com

Penghormatan terhadap khazanah lokal, tampaknya tetap relevan sebagai wacana dan kerja-kerja kebudayaan ke depan. Maklumlah, kita sedang merayakan otonomi daerah pascaera sentralistik yang menyuguhkan dominasi tema-tema nasional. Di sisi lain, realitas dunia tanpa batas memang dirasa kian familiar, tapi ongkosnya mahal: redupnya nilai-nilai lokal. Tapi di atas itu semua, dalam konteks kesenian, khususnya kesusasteraan, alasan kreatif lebih masuk akal—lokalitas sebagai sumber penciptaan! Continue reading “Lokalitas dan Siasat Sastrawan”

Cermin

Maghriza Novita Syahti
http://www.lampungpost.com/

Perempuan 1 dan Cermin

Ratih masih berdiri tegak di depan lemarinya. Diambilnya baju berwarna merah dengan motif bunga-bunga emas. Dipandanginya pula baju itu dari kerah hingga pinggir bawahnya. Disentuhnya payet-payet berwarna emas berbentuk bunga itu. Diperiksanya satu per satu. Entah ada yang rusak entah ada yang lepas. Continue reading “Cermin”

Kuwalat

Joko Utomo
http://pawonsastra.blogspot.com/

Desa Jampi Sari yang biasanya sunyi, pada hari-hari ini sontak menjadi ramai. Hampir tiap waktu semua warga membicarakan rencana Pak lurah yang mau menjadikan tanah desa yang dulunya adalah tanah kuburan menjadi kantor dan balai pertemuan desa.

Bukan masalah peralihan fungsi tanah itu yang bikin ramai dan menjadi kontroversi. Namun keputusan Pak Lurah yang tidak mau melakukan upacara adat untuk memohon dan meminta ijin kepada yang mbaurekso atau penunggu tanah kuburan yang daerah miliknya akan diubah menjadi kantor dan balai pertemuan desa itu yang bikin warga menjadi uring-uringan. Continue reading “Kuwalat”

Tantangan Dewan Kesenian Lampung

Iwan Nurdaya-Djafar
lampungpost.com

Pada 16 Februari 2011 bertempat di Balai Keratun, Bandar Lampung, berlangsung Musyawarah Dewan Kesenian Lampung yang dihadiri sekitar 70-an peserta dari 118 seniman-budayawan yang diundang. Di samping memilih pengurus Dewan Kesenian Lampung (DKL) periode 2011—2014, musyawarah juga membahas program dan organisasi. Namun, rekomendasi mengenai pembaruan struktur organisasi yang digagas Komisi A gagal disahkan karena dalam pemungutan suara hanya disetujui oleh 21 peserta, sementara 24 peserta menolak. Continue reading “Tantangan Dewan Kesenian Lampung”

Bahasa »