Seks dan Spiritualitas, Sebuah Kajian

Alwan Rosyidi
http://www.kompasiana.com/alwan.rosyidi

Seks selalu menjadi tema sentral dalam segala ruang perbincangan publik. Saya sendiri tak tertarik untuk bergabung dalam ruang-ruang diskusi seperti itu, karena kebanyakan daripadanya lebih cenderung kepada joke-joke yang cabul. Tidak elegan, tidak etis, dan—sejujurnya—terasa memuakkan. Kalaupun terkadang saya tertarik dalam forum seperti itu, hal itu tak lebih hanya karena pesona libidal yang merangsang naluri seksual saya, tapi itu juga sering saya tepis. Continue reading “Seks dan Spiritualitas, Sebuah Kajian”

Sayembara Sastra, Rangsangan Menulis, dan Pencapaian

Haris Firdaus

Tahun 1998, saat Kongres Bahasa Indonesia VII, penyair Taufiq Ismail pernah menyebut jarangnya sayembara sastra sebagai salah satu persoalan dalam perkembangan sastra Indonesia saat itu. Tapi, soal jarangnya sayembara sastra ini, kalau kita melihat realitas sekarang, justru tak perlu dikhawatirkan lagi Sebab, beberapa tahun terakhir ini, sayembara sastra memang mengalami peningkatan jumlah dan ragam dengan presentase yang bisa dibilang luar biasa. Continue reading “Sayembara Sastra, Rangsangan Menulis, dan Pencapaian”

TERNYATA PRAM LEBIH BESAR DARI YANG KITA DUGA

Jo Pakagula
pawonsastra.blogspot.com

Menakar seorang Pramoedya Ananta Toer tidaklah mudah. Membicarakannya, secara tak sadar juga kerap menyeret kita kepada prasangka keberpihakan. Kesan masyarakat sastra terhadap Pram pada umumnya terbagi menjadi dua kelompok. Satu pihak memujinya selangit dan memujanya bak tanpa cela, pihak lain mencercanya habis-habisan tanpa mau menyelami lebih dalam siapakah sebenarnya Pram. Namun beberapa tahun terakhir nampaknya kian kentara upaya untuk menilai nominator Nobel bidang Sastra dan penerima Hadiah Magsaysay ini secara proporsional, lebih fair dan dengan hati yang jernih. Meski maaf, penilaian semacam ini masih sangat jarang kita dengar. Continue reading “TERNYATA PRAM LEBIH BESAR DARI YANG KITA DUGA”

Bahasa »