Representasi Simbol Cahaya

Peresensi: Arif Hidayat
stainpress.com

Judul Buku: Mistisisme Cahaya
Penulis : Heru Kurniawan
Penerbit : Grafindo dan STAIN Purwokerto Press
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : xiii + 228

Filosofi mengenai cahaya sangat menarik perhatian, terutama bagi para pemikir Neo-Platonik. Perspektif mengenai cahaya secara filosofis sebenarnya telah dikemukakan oleh Suhrawardî (dalam Hikayat al-Isyraq) dan al-Ghazali (dalam Miskyat Cahaya-cahaya) beberapa waktu yang lampau. Continue reading “Representasi Simbol Cahaya”

Mencintai Kearifan Lokal

Budaya dan Lingkungan Hidup
YF La Kahija
http://www.unisosdem.org/

Salah satu contoh yang luar biasa tentang lingkaran magis adalah Candi Borobudur di Jawa. Jalan memutar (circumambulatio) ditempuh dalam alur spiral…. Fondasi Borobudur berbentuk lingkaran dalam bujur sangkar. Struktur ini dalam bahasa Sanskerta disebut mandala. Kata Sanskerta ini berarti lingkaran, khususnya lingkaran magis. Simbol mandala berarti tempat suci (temenos) yang pusatnya dilindungi. Dan, inilah simbol terpenting dalam melihat gambar-gambar ketidaksadaran. Simbol ini menunjukkan perlindungan pusat kepribadian dari tarikan dan pengaruh dunia luar. Continue reading “Mencintai Kearifan Lokal”

Jam tiga lewat hampir jam empat, Pram!

Dani Fuadhillah
http://pawonsastra.blogspot.com/

Sebenarnya aku tidak berani untuk menceriterakan tentang diri kamu, apalagi kalau harus berkoar-koar, seolah aku ini benar-benar kenal dekat dengan kamu. Menulis tentang kisah-kisah kamu, tentang kamu punya pengalaman, tentang kamu punya pena sakti yang dapat mengeluarkan cairan tinta beraroma wangi, dapat merangkaikan setiap kata menjadi kalimat-kalimat yang tajam menusuk dan menyayat hati setiap orang yang pernah kamu, -dalam tanda petik- kamu garis bawahi. Menggambarkan tentang sosok kamu, perangai kamu, sepak terjang kamu dan semua tentang kamu. Ngeri aku melakukannya. Namun begitulah adanya, sebab bukti dan fakta yang ada. Continue reading “Jam tiga lewat hampir jam empat, Pram!”

PEZIARAHAN DAN MASYARAKAT BARU

Yunanto Sutyastomo
http://pawonsastra.blogspot.com/

Peradaban terasa berjalan sangat cepat, entah ini karena perasaan kita atau perubahan yang terjadi. Tapi yang pasti kini seolah manusia terus bergerak, tidak ada ruang dan waktu untuk berhenti sejenak. Peradaban seperti seorang pertualang dengan sepeda motor DKW yang memakai jaket kulit, yang sebenarnya butuh waktu untuk berhenti di pinggir jalan. Dan punya kewajiban untuk menoleh ke belakang, agar dia tahu apa saja yang telah dilewatinya. Tapi seolah memburu waktu, tidak ada kesempatan untuk berhenti dan menoleh ke belakang. Continue reading “PEZIARAHAN DAN MASYARAKAT BARU”

Bahasa »