MELQUIADES ITU BERNAMA PAMAN RIFKI

Dwicipta

“…Suatu hari nanti aku akan menulis buku dan aku akan memakai namamu untuk tokoh utamanya.”
“Sebuah buku seperti Pertev dan Peter?” aku bertanya, jantungku berdegup.
“Bukan, bukan buku bergambar, melainkan sebuah buku yang di dalamnya aku menuturkan ceritamu.” [Kehidupan Baru, hal 422]

Osman mengenang percakapannya dengan paman Rifki itu di ujung usahanya dalam mengetahui teka-teki di balik berbagai peristiwa yang telah dialaminya. Continue reading “MELQUIADES ITU BERNAMA PAMAN RIFKI”

Matahari

Asarpin

Matahari terdiri dari terik yang panjang, biasanya memancar di saat siang. Sementara fajar hanya menyimpan terik yang sebentar untuk kemudian menghilang digantikan matahari yang garang. Lalu senja datang sesaat untuk digantikan malam yang juga terasa panjang.

Siang dan malam adalah waktu yang menyita sebagian besar pengarang. Tak banyak sastrawan yang betah berada pada siang dengan terik sering kelewat panjang itu. Continue reading “Matahari”

Kepriyayian Humanis

M.D. Atmaja

Dunia Priyayi Jawa sempat dijadikan bidikan empuk ketika berhadapan dengan dua ideologi yang dilahirkan pergolakan manusia di Barat. Yaitu Komunisme yang seperti hantu dan kapitalisme, si musuh bebuyutan yang belum sempat dikalahkan. Dua ideologi politik yang ternyata ideologi manusia yang memiliki kesamaan, membidik sistem kepriyayian (feodalisme) untuk diruntuhkan. Mungkin saja, feodal selalu dipandang buruk, sebagai segolongan penguasa (tuan tanah) yang memerintah rakyatnya (buruhnya) dengan sewenang-wenang, bertindak zalim, tidak adil dan tidak berperikemanusiaan. Continue reading “Kepriyayian Humanis”

Merapi Mengukir Peradaban Yogyakarta

Judul : Merapi dan Orang Jawa; Persepsi dan Kepercayaannya
Penulis : Lucas Sasongko Triyoga
Penerbit : Grasindo, Jakarta
Tahun : I, 2010
Tebal : xxiv + 232 halaman
Harga : Rp. 47.000,
Peresensi : Muh. Muhlisin

Meletusnya Gunung Merapi yang dimulai sejak 26 Oktober 2010 dan telah menimbulkan kerugian yang bukan hanya mata pencaharian, tetapi nyawa pun turut melayang, sebenarnya adalah pelaksanaan kodrat Merapi untuk memupuk bumi, membersihkan lingkungan, merias diri dan menempa mental masyarakat di sekelilingnya. Continue reading “Merapi Mengukir Peradaban Yogyakarta”

Bahasa ยป