Membacamu Menari
Membacamu menari, perbincangan yang hangat
menyoal tentang keadaan.
Hanya sebentar memandangmu tapi bukan lagi anugerah sebab aku telah berkhianat dengan mengintaimu lebih lama. Continue reading “Sajak-Sajak Fikri MS”
Membacamu Menari
Membacamu menari, perbincangan yang hangat
menyoal tentang keadaan.
Hanya sebentar memandangmu tapi bukan lagi anugerah sebab aku telah berkhianat dengan mengintaimu lebih lama. Continue reading “Sajak-Sajak Fikri MS”
MENCATAT KELUH IBU
siapa yang masih setia mencatat keluh ibu
di setiap gemerlap pesta ulang tahun
di tepian kesadaran
tentang perjumpaan tawa dan tangis
di penghujung ruang persalinan
tangantangan gemetar mencatat hari lahir
karena esok perhelatan musim akan digelar
dan riuh hidup akan memompakan berjutajuta jerit Continue reading “Sajak-Sajak Gde Artawan”
HERA
1. Mata kerling itu menelisik hatiku
Membuat ceruk ceruk sebuah nama sunyi
Dibawa remang bulan kembali kueja nama
Angin malam turut memuja
2. Hera, sementara namamu masih berkidung
Meski tak sungguh sungguh jelas Continue reading “Sajak-Sajak Kafiyatun Hasya”
Emil W. Aulia *
ruangbaca.com
TIDAK banyak karya sastra, novel atau cerpen, yang layak dijadikan referensi penulisan buku-buku teks akademis. Namun karyakarya fiksi karangan Madelon Hermina Szekely-Lulofs, sepertinya, adalah pengecualian. “Tidak perlu diragukan, semua insiden yang diuraikan Lulofs dalam novelnya adalah nyata,” kata Anthony Reid, peneliti sejarah dari Australian National University. Continue reading “MULTATULI PEREMPUAN DARI TANAH DELI”
Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com
“Saat itulah kau bertanya apakah kau boleh mencium rambutku. Kau menciumnya. Saya bisa merasakan napasmu di leherku ketika kau memilin-milin helai panjang rambutku dan mengendus aromanya. Seolah-olah kau ingin menarik seluruh diriku ke dalam dirimu, seolah-olah aku menemukan sebuah rumah di dalam dirimu. Saya merasa kau ingin menyatakan bahwa aku selalu milikmu karena jiwa kita sudah bersatu. Ini semua terjadi sebelum Monica datang ke Milan; dan sebelum terjadi rencana pernikahan itu dan juga sebelum kau bertemu dengan para teolog itu….” Continue reading “Seorang Guru Bernama Jostein Gaarder”