Maaf

Asarpin

Di abad ini tak jarang kita masih menyaksikan kematian dan trauma ditempatkan sebagai peristiwa biasa. Peristiwa sehari-hari yang lalu-lalang di sekitar kita. Tak ada yang mesti jadi pikiran. Mungkin karena telah menjadi pemandangan yang rutin, kematian sering kita hadapai dengan pura-pura tak tahu, dengan tanpa rasa bersalah, yang dalam bahasa Indonesia dikenal istilah “cuek bebek”. Continue reading “Maaf”

DI ATAS TANDU LANGITAN, JALAN CINTA PENYAIR I

M.D. Atmaja

PENDAHULUAN

Cinta, seperti halnya alur kehidupan pada umumnya, sebagai esensi dari perasaan manusia, pun, di dalamnya terdapat adanya jalan yang ditempuh oleh pecinta. Sesingkatnya, saya mengatakan kalau cinta merupakan jalan kehidupan manusia itu sendiri. Suatu jalan yang biasa, namun memiliki karakter tersendiri dan memuat nilai-nilai yang bisa dilihat dari tapak laku pecinta. Continue reading “DI ATAS TANDU LANGITAN, JALAN CINTA PENYAIR I”

Pesta Makna di Dermaga Puisi

Iwan Nurdaya-Djafar
http://www.lampungpost.com/

Menikmati puisi-puisi Fitri Yani, saya sungguh terlena dibuai oleh kemerduan bunyinya. Ciri ini yang menandai banyak puisinya, tak pelak telah membuatnya menjadi makna untuk puisi-puisinya. Makna, bukanlah pesan. Makna bukan untuk dipahami, melainkan untuk dihayati.

DERMAGA Tak Bernama (Siger Publisher, 2010, 83 halaman) adalah antologi puisi Fitri Yani, penyair muda Lampung yang tengah naik daun, yang terbit melalui suntingan Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan Z.S. Continue reading “Pesta Makna di Dermaga Puisi”

Bahasa »