Perempuan di Jendela

Jusuf AN
hariansumutpos.com

Kita pernah menyimpan mimpi, atau lebih tepatnya angan-angan kosong tentang rumah itu. Rumah yang sekarang kau huni itu. Dulu, ketika kau masih sering bertandang ke kamar kos yang terletak di lantai dua yang sampai sekarang masih aku tempati ini, kerap kau membuka jendela, lalu menatap rumah itu lama-lama. Kau mengetahui kalau rumah bergenting biru itu tak ada penghuninya, menunggu ada yang mau menyewa. Dan kau mengungkapkan keinginanmu: ingin menikah denganku lalu tinggal di rumah itu. Rumah mungil sederhana yang dikelilingi sawah, “Berdua tinggal di sana, pastilah nyaman dan indah,” katamu. Continue reading “Perempuan di Jendela”

Membungkam Aksara dengan Angka

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Beberapa lantun yang lalu, saya sering berbicara soal angka, tepatnya pada dunia matematika. Ya, saya sering menuliskan soal 2 tambah 2 sama dengan empat; saya tuliskan ini untuk menggambarkan sesuatu sesuatu yang pasti. Nah, kini saya terpikir lagi soal itu.

Sejatinya ini tentang sebuah suara yang angin bawa, dia masuk ke dalam kuping saya, hingga membuat pusing. Suara angin itu berbunyi, “Membungkam aksara dengan angka.” Karena pusing, saya pun coba menerjemahkan itu. Continue reading “Membungkam Aksara dengan Angka”

TAFSIR ATAS COVER MAJALAH TEMPO

Maman S. Mahayana *

Mabes Polri memperkarakan majalah Tempo, edisi “Rekening Gendut Perwira Polisi.” Tuduhannya, Tempo menghina institusi Polri sebagaimana diatur Pasal 207 dan 208 KUHP (Kompas.com, 1 Juli 2010). Musababnya, cover majalah itu menggambarkan seseorang berseragam cokelat sedang menggiring tiga celengan babi berwarna pink dengan tali police line. “Penafsiran kami, personifikasi polisi bergaul dengan babi. Kalau itu sebut perwira menggiring babi, itu seolah-olah menggiring prajuritnya,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Edward Aritonang (30/6/2010). Dikatakan lagi, “Tidak ada itu dalam budaya kita celengan babi, yang ada ayam.” Continue reading “TAFSIR ATAS COVER MAJALAH TEMPO”

Hubungan Sastra dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar

Mahmud Jauhari Ali
Banjarmasin Post

Bahasa merupakan unsur penting dalam dunia sastra. Bahasa digunakan sastrawan sebagai media untuk menyampaikan ide atau gagasannya kepada masyarakat luas. Dalam dunia sastra, bahasa dapat dikatakan sebagai “jembatan” yang menghubungkan sastrawan dan masyarakat luas. Ada sebagian orang menganggap bahasa sastra berbeda dengan bahasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebenarnya keduanya sama saja. Continue reading “Hubungan Sastra dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar”

Menulis Ulang Sebuah Proses Menulis Puisi

Soni Farid Maulana
pikiran-rakyat.com

ALHAMDULILLAH laman Mata Kata bisa kembali hadir ke hadapan Anda pada Selasa ketiga, April 2011. Dalam kesempatan kali ini, redaksi memilih puisi yang ditulis oleh penyair Ardi Mulyana Haryadi (Garut) dan Moh. Ghufron Cholid (Madura) dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dalam puisi yang ditulisnya, Ardi menuliskan pengalaman batinnya lewat gaya ungkap haiku dengan pola 5-7-5 suku kata pada setiap lariknya. Continue reading “Menulis Ulang Sebuah Proses Menulis Puisi”

Bahasa »