Puisi-Puisi Gampang Prawoto

J a n j i m u

melati pagi menyelipkan kasih
keharuman membahana diatas puing
puing rembulan yang lelah menyulam
kerinduan

titik embun kegelisahan
malam, dari endapan peradaban
yang menaifkan bungabunga tradisi
tamantaman kehidupan

masih kuingat janjimu pada langit
tentang butirbutir biji sawi menjilma hujan
menabur kasih menyemai cinta di tepian
tepian hati

aku
bungabunga cinta
senantiasa setia menanti semerbak
belaian harum buihbuih kasih
sayangmu menjadi ombak
abrasi menyayat pantai
mengikis kehidupan

Pejambon plat”S” ,080809

Mejakuhibiniu

hujan berwarna
telah menumpahkan adonan kue
lumpur menjadi kue lapis

jajan pasar
sudah menjadi esemes
pinggirpinggir jalan penuh hujan
sawahsawah menanti airmata petani
keringat menunggu pupuk bersubsidi
sewangi pelangi tawarkan mimpi

hujan pinggir jalan sudah menjadi sambal terasi
lalapan jengkol atau mungkin petai
dudukduduklah santai…, tapi
jangan tinggalkan baunya

tenang!
jangan gunakan nada sambung
cukup dengan getaran
dan gosok gigi saja

Pejambon -plat”S” ,200809

G e r h a n a

kau
senja dari luka liku waktu
waktu dimakan usia

dari secangkir siang
kerontang istirahatnya sang malam

dari sekuntum pagi
yang ditinggalkan sang fajar

bara buram menbekas jakun
saat mentari menelan senyum rembulan
gurat ayu meronta
senyum tatu dewi malam
dalam keterpaksaan

gerhana
perjalanan panjang terlunta luka

Kalisari -plat”S”,110909

332 Rumah Lebah

wwwuuunnnggg…
wung…wung…wung …,ung…ngung
332 petak
petak heksagonal, lebah
lebah membangun rumah

wung…uwung,uwung,uwung…ung…
candikala kotamu tawarkan angin pada lebah
lebah yang menanti musim bunga
bunga tumbuh liar dalam hamparan tanah
luas menghijau, dalam semak, rawarawa,
pegunungan, hutanhutan dan hati

mekar di gersang-tandus pelataran
rumahmu.
Wung…
lebahlebah berimigrasi
kelangitlangit
membukakan daun gerbang alam nyata,
pintu pikiran dan jendela hati

wung…
lebahlebah mengeksplorasi bunga
bunga bersama angin
wung…wung…wung…
koloni lebah mengeksploitasi nektar bunga
bunga tidur panjangmu

wung
332 sarang lebah,
wung…wung…wung…,musim panen telah tiba
manisnya “madu” yang kau nikmati
atau mungkin “tala” untuk membalsem kotamu
menjadi mummy.

332 tahun -plat”S”, 20102009