Hakikat Bahasa, Mantra, dan Tanggung Jawab

Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri
(Tanggapan atas buku Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri)

Mahmud Jauhari Ali
http://pustakapujangga.com/2011/10/the-truth-of-language-mantra-and-responsibility/

Apakah yang terbayang di benak Anda ketika membaca judul saya di atas? Wujud bahasakah? Dukun yang sedang membaca mantra? Seorang lelaki yang sedang menunaikan tanggung jawabnya? Atau apa? Continue reading “Hakikat Bahasa, Mantra, dan Tanggung Jawab”

PUISI: Melayat Kemanusiaan Kita

Muhammad Rain *

Puisi dapat dinikmati dengan beragam cara. Ada dua cara di antara ragam penikmatan dan pemahaman puisi sebagai benar satu (kita tak mau salah) karya sastra sebagaimana yang disampaikan oleh M. Saleh Saad dalam Prasaran Catatan Kecil Sekitar Penelitian Kesusastraan miliknya yang dimuat dalam buku Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Cermin Manusia Indonesia Baru (Ali, ed., 1967: 111 – 27; 128 – 51). Continue reading “PUISI: Melayat Kemanusiaan Kita”

Membaca Spiritual Rumi Melalui Karyanya

Mujtahid *

MESKI telah meninggal tujuh abad yang silam, namun penyair ulung Jalaluddin Rumi masih terasa hangat di peredaraan zaman. Hal ini terbukti dengan sejumlah karya-karya Masterpiece Rumi yang masih diminati banyak kalangan, baik kaum Muslim maupun non Muslim. Daya magnit yang ia tinggalkan, seolah sekeping emas yang dicari-cari banyak orang. Selain itu, reputasi Rumi agaknya sulit ditandingkan dengan penyair-penyair lain. Continue reading “Membaca Spiritual Rumi Melalui Karyanya”

Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia

Koh Young Hun *
Kompas, 26 Jan 2008

TIGA puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama. Continue reading “Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia”

Tafsir Budaya Mistisisme

E Tryar Dianto*
Seputar Indonesia, 27 Jan 2008

BUDAYA bukanlah sesuatu yang asli (genuine), tapi hasil konstruksi manusia setiap jamannya. Karena itu,setiap masa memiliki tafsir sendiri tentang kepemilikan budaya. Salah satu budaya yang mengakar kuat di masyarakat adalah mistisisme.

Dalam masyarakat Indonesia,budaya mistisisme hampir bisa ditemukan dalam setiap jengkal kehidupan. Masyarakat Jawa, misalnya, Continue reading “Tafsir Budaya Mistisisme”

Bahasa ยป