Kiai Kanjeng Melintasi Terowongan Budaya Barat

Muhammadun AS*
Media Indonesia, 27 Jan 2008

DARI berbagai grup musik di Indonesia, nama Kiai Kanjeng tidaklah asing. Kiai Kanjeng dianggap grup musik yang berbeda dari musik Indonesia pada umumnya. Kegiatan keliling Kiai Kanjeng merupakan bagian dari pekerjaan sosial Emha Ainun Nadjib langsung di masyarakat, terutama grassroot dan menengah bawah. Kegiatan itu multikonteks meliputi budaya, keagamaan, spiritual, social problem solving, dan pendidikan politik. Continue reading “Kiai Kanjeng Melintasi Terowongan Budaya Barat”

Seruan Sastrawan dari ‘Kota Keretek’

Chavchay Syaifullah
Media Indonesia, 27 Jan 2008

KONGRES Komunitas Sastra Indonesia 2008 menghasilkan enam rekomendasi untuk penataan strategi kebudayaan Indonesia.
KONGRES Komunitas Sastra Indonesia 2008 yang berlangsung di Kota Kudus, Jawa Tengah, 19-21 Januari, diikuti ratusan sastrawan dari berbagai daerah di Nusantara. Dalam kongres yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kudus itu, mereka menggelar forum, acara bincang-bincang, seminar, pembacaan puisi, monolog, dan pergelaran ragam seni pertunjukan lainnya. Continue reading “Seruan Sastrawan dari ‘Kota Keretek’”

Sensor dan Kebebasan

Nirwan Ahmad Arsuka *
Kompas, 27 Jan 2008

INDONESIA masih memerlukan sensor! Karena budaya masyarakat yang sangat beragam dan tingkat pendidikannya yang masih rendah, lembaga sensor masih perlu dipertahankan, bahkan sampai beberapa puluh tahun ke depan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengeluarkan pernyataan ini dalam sidang pengujian Undang-Undang Perfilman yang diajukan oleh Masyarakat Film Indonesia di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (9/1) lalu. Continue reading “Sensor dan Kebebasan”

Demokratisasi Pasar

Ilham Khoiri
Kompas, 30 Des 2007

DUNIA sastra di Indonesia tahun 2007 diwarnai makin menguatnya pasar dan industri penerbitan. Sejumlah novel tercetak belasan kali dengan angka penjualan mencapai ratusan ribu eksemplar. Uniknya, pengarang karya sastra “pop” itu berasal dari luar lingkaran komunitas sastra “serius” yang biasa kita kenal. Continue reading “Demokratisasi Pasar”

PAKAIAN BAHASA

Muhammad Rain *

Di antara banyaknya pengguna kata dalam dunia sastra puisi, pakaian kata tentu berganti-ganti dipakai oleh penyairnya. Tuntutan adanya variasi akibat keseringan menggunakan kata yang sama disokong oleh pengaruh yang ingin menjembatani penulis puisi (penyair kata-kata) agar bahasa yang diramunya dapat terus terasa segar saat dibaca. Harapan puisi dapat mengalir seiring berkembangnya mode kata-kata selalu ada di setiap even penulisan. Continue reading “PAKAIAN BAHASA”

Bahasa ยป