Mahmud Jauhari Ali
Tabloid Serambi Ummah, 15 Agus 2008
Aku masih teringat dengan kata-kata pak Hamid soal pernikahan adikku. Lelaki berusia setengah abad itu dengan teganya menolak adikku menjadi menantunya hanya karena uang seserahan yang belum dapat kami berikan sesuai permintaannya. Adikku sebenarnya sudah ingin sekali memiliki seorang wanita yang menemaninya dengan setia. Sudah dua tahun adikku berhubungan dengan Mia, anak pak Hamid. Continue reading “Demi Pernikahan Adik”
