Demi Pernikahan Adik

Mahmud Jauhari Ali
Tabloid Serambi Ummah, 15 Agus 2008

Aku masih teringat dengan kata-kata pak Hamid soal pernikahan adikku. Lelaki berusia setengah abad itu dengan teganya menolak adikku menjadi menantunya hanya karena uang seserahan yang belum dapat kami berikan sesuai permintaannya. Adikku sebenarnya sudah ingin sekali memiliki seorang wanita yang menemaninya dengan setia. Sudah dua tahun adikku berhubungan dengan Mia, anak pak Hamid. Continue reading “Demi Pernikahan Adik”

Sastra Ular di Mangkuk Nabi

Bernadette Lilia Nova
Seputar Indonesia, 6 Des 2009

KARYA sastra terlahir karena kreativitas yang tinggi para pengarangnya, dibutuhkan juga inspirasi untuk mampu merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang indah dan memiliki makna.

Untuk mendapatkan inspirasi dalam menghasilkan karya sastra berkualitas, penulis kawakan Indonesia, Triyanto Triwikromo menjelajahi empat benua untuk menghasilkan sebuah kumpulan cerpen bertajuk Ular di Mangkuk Nabi. Continue reading “Sastra Ular di Mangkuk Nabi”

Telaah Kumpulan Cerpen Sebutir Peluru dalam Buku karya Olyrinson

Musa Ismail
Riau Pos, 5 Juni 2011

Sekapur Sirih, Seulas Pinang

Realitas memang tidak dapat dipisahkan dari genre sastra apapun. Seabsurd atau seirasional apapun karya sastra, sudah dipastikan memiliki sisi realitas di dalamnya. Istilah realitas berawal dari realisme. Sebagai istilah estetika, realisme pertama sekali digunakan dalam Majalah Mercure Francais di XIX Siecle pada 1826. Di majalah itu, realisme digambarkan sebagai “peniruan bukan dari karya seni tradisi, melainkan peniruan dari aslinya yang disajikan oleh alam” (Luxemburg dalam Mahayana, 2005:356). Continue reading “Telaah Kumpulan Cerpen Sebutir Peluru dalam Buku karya Olyrinson”

Bahasa »