Puisi-Puisi Syifa Aulia

WAKIL RAKYAT

Selamat menjalankan ibadah puasa Pak SBY…
bapak Presidenku yang gagah dan dikagumi ibu-ibu.

Semoga rasa lapar menjadikan bapak rendah diri
dan ingat mereka yang di kolong jembatan,

pernahkah bapak memikirkan
apa menu mereka buat buka puasa nanti?

Terlintaskah di pikiran bapak akan nasib mereka? Ataukah bapak
menganggap mereka hanya mengotori indahnya Ibu Kota?

Saat bapak shalat tarawih di masjid Istiqlal
adakah bapak mendoakan mereka?…

MALAM

ketika matahari berpulang
pertanda hadirmu

lelaplah di atas tubuh
yang ku serahkan
pada bumi untukmu

hadirmu…

sejenak membuat ruh-ruh
meninggalkan raga
melayang menikam langit petang
merajut mimpi yang ternisbikan

gelapmu…

menandai sang kupu-kupu malam
telah siap mengepakkan sayap
menuju selangkangan
di ujung simpang jalang

indahmu…

selalunya bersambutkan
berjuta bintang
dengan gempita turut menyaksikan
pengaduan atas dosa-dosa termuda

25-07-2010

PERSAMAAN YANG BATU

betapa persamaan itu
mengundang prahara pada
akhirnya

mengaburkan makna dan arti
sesungguhnya

persamaan yang terpaksa
membuat hati pecah
karena lidah yang pedang

sungguh setelahnya
tiada lelap kuraih

terus kusebut namamu
diam-diam sekaligus terus terang

sebab telaga matamu
mengapungkan
dosa-dosa atas namaku

28-06-2010

BETINA ITU

kau hampir saja berhasil
membuat aku gila

kau pembawa kering dan terik
penghisap bintik-bintik
air dari arakan mega

kau datang dengan
tawa bahakmu

berhasil merobohkan
tangga dalam rumahku

paku-paku yang begitu kuat
tertancap tercerabut serta

kau perbesar simpang siur
dan lalu lintas
dalam penderitaanku

27-06-2010

MANUSIA GAGAL

betapa nyaman
bersandar di bahuMu

mengadukan segala
gundah termuda

hanya di saat butuh
aku mencariMu
memuji kebesaranMu

apakah aku layak
di sebut manusia?

sementara aku dengan sadar
melanggar garis
batas perintahMu

aku dengan segala ke”aku”anku
selalu menuntut lebih
atas pemberianMu

manusiakah aku?