Junaidi *
Riau Pos, 14 Agus 2011
APAKAH ada dikotomi sastra berdasarkan jenis kelamin? Mengapa lahir pula istilah feminisme, sastra perempuan, atau penyair perempuan? Anehnya tidak ada istilah maskulinisme, sastra laki-laki, atau penyair laki-laki yang berkembang. Lahirnya istilah perempuan dalam dunia sastra, baik dalam kritik sastra mapun penciptaan karya sastra disebabkan mitos inferioritas perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Adanya polarisasi laki-laki dan perempuan merupakan realitas penciptaan yang harus diterima. Continue reading “Melihat Peta Penyair Perempuan Riau”

