Melihat Peta Penyair Perempuan Riau

Junaidi *
Riau Pos, 14 Agus 2011

APAKAH ada dikotomi sastra berdasarkan jenis kelamin? Mengapa lahir pula istilah feminisme, sastra perempuan, atau penyair perempuan? Anehnya tidak ada istilah maskulinisme, sastra laki-laki, atau penyair laki-laki yang berkembang. Lahirnya istilah perempuan dalam dunia sastra, baik dalam kritik sastra mapun penciptaan karya sastra disebabkan mitos inferioritas perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Adanya polarisasi laki-laki dan perempuan merupakan realitas penciptaan yang harus diterima. Continue reading “Melihat Peta Penyair Perempuan Riau”

Roman Kehidupan Kusni Kasdut

S.I. Poeradisastra
http://tempointeraktif.com/
KUSNI KASDUT
Oleh: Parakitri
Penerbit: P.T. Gramedia, Jakarta, 1979, 318 halaman, 18 x 11 cm.

REVOLUSI meruntuhkan sistem nilai lama dan menyusun sistem nilai baru. Revolusi yang sungguh-sungguh serba besar penuh kepahlawanan dan diliputi romantik. Hanya sedikit orang merenung mempertanyakan segala sesuatu dalam revolusi itu. Kebanyakan bertindak, larut tanpa bentuk di dalamnya, dan menggagau-gagau mencari identitas yang terus terlepas. Continue reading “Roman Kehidupan Kusni Kasdut”

Warisan Kusni Kasdut di Museum Katedral

Kusni Kasdut Sang Legendaris
Pradaningrum Mijarto
http://www1.kompas.com/

Pernah dengar nama Kusni Kasdut? Atau barangkali malah ada pembaca yang mengalami masa heboh Kusni Kasdut yang mencuri koleksi, arca emas/permata di Museum Nasional sekitar setengah abad silam? Kusni Kasdut, atau kemudian menjadi Ignatius Kusni Kasdut, masuk dalam jajaran “Robin Hood” Indonesia periode setelah kemerdekaan, lebih tepatnya pada masa awal Orde Baru. Continue reading “Warisan Kusni Kasdut di Museum Katedral”

Bahasa ยป