Puisi-Puisi Linda Sarmili

http://www.suarakarya-online.com/
Rindu

Hati putihmu yang aku dambakan
jiwa sepi tanpa pegangan
kini membuat redam
nanar hati bisu semua penantian
yang kutunggu adalah kasihnya

ingatlah padaku selama itu menunggu
deru angin malam membasuh jiwa
kering tanpa tanya membasuh rindu ini
terkapar dalam ragu

bila masa telah berganti tak mungkin
kutukar hatiku sekalipun harus
dengan airmata aku tetap menunggu
selama itu aku hanya memiliki
hati yang rindu

Jakarta, Desember 2010

Dalam Derit Malam

Dalam derit malam tikus tikus berbaris
dalam gelap menyusun langkah
satukan kata

suara tikus adalah kepedihan
mewnjadsi paduan suara ketimpangan
seperti juga jeritan hati sang nyonya

rakyat menjadi tanpa daya
harus menerima meski tak suka
harus mau meskitak setuju
rakyat kelu kaku bisu
malam kian larut
tikus tikus makin kusut
hendak kemana
suara ditumpahkan
jika dunia tak lagi berpintu

ketika subsidi jadi kompensasi
apalah artinya
jika harga-harga
terus melambung tinggi
merangkak mencekik nafas
yang tinggal setengah jalan
derita tikus derita nyonya

jika kiamat telah dekat
kabarkan pada dunia
untuk membuka pintu

Jakarta, Januari 2011

Kehadiranmu

Aku merasa sepi ini
adalah anugerahmu
aku juga merasa
ngilu ini adalah juga berkahmu
ketika segala harapan
telah menjauh
aku seperti terlempar
dari alam yang kau ciptakan
Tapi ini bukan mimpi
satu jeda telah
menghilang dihadapanku
inikah hidup yang merintih
dan bergelimang keraguan
satu masa telah pergi
kini padang ilalang
luas membentang
menantang seluruh nyali
dan isi hati
barangkali ini jeda terakhir
yang harus dilewati
ketika jalan setapak
telah dipenuhi duri
ini jalan penghabisan
ada sebaris kerinduan
yang membentang
seperti tangis
pangeran kesepian
menanti harap diujung sunyi
hendak merajut temali
yang tergeraiinikah permainan nasib
diarak gelombang tanpa daya
menyambut badai
dalam harap, dalam doa khusuk
selalu untuk menyebutMu
dan hanya itu kekuatanku.

Jakarta, Pebruari 2011