Puisi-Puisi Chairul Abhsar

http://www.suarakarya-online.com/
Ramadhan

Seperti Ramadhan yang lalu
aku tetap bersimpuh dalam tetes keringat
kepasrahan seorang hamba

meski hati tertasa teduh
oleh tembang tembang
memuji kekuasaan illahi
kesepian telah luruh menghimpit sanubari

jika dunia tak kidapatkan
bawakan saja janji surga
tapi apa jadi mungkin
jika khilaf seluruh mendera

jangan tinggalkan aku
ya Robbi, penguasa alam
dalam awal perjalanan
hingga akhi Ramadhan
biarkan aku terjerat dalam kasihMu

Jika dengan tangis harus kudapat
dimana engkau sembunyikan diri
dimana engkau berhenti pendarkan cahaya
meski malam larut dilindungi
barisan Malaikat
lagu pujian tetap mengalun
melupakan duka dunia

aku tetap merapat dalam sajakku
berniat melupakan
kepahitan malam Ramadhan
dan hidup yang singkat

Bukittinggi, Juli 2011

Kesucian Ramadhan

Malam merangkak Naik
bulan berbinar sungguh
dalam balutan kesucian Ramadhan
aku tetap termangu

sekejab hati luruh dalam tanya
meretas hidup tanpa syukur
selalu dirambati kekesalan hilaf
semua kini tampak nyata

Ya Rabbi, aku rindu ampunanmu
beri aku kesempatan lagi
jangan jadikan ini Ramadhan terakhir
belum cukup ibadahku

Jika ini yang terakhir
beri berkah pintu maafMu
untuk ibadahku yang sangat sederhana
dan cerita hidup yang kelam

Ya Rabbi, beri aku waktu
merajut hati di jalanMu
mengais hari yang telah disia-siakan
kudamba cahaya penerang gelapku
tolong aku Ya rabbi…

Padang, Juli 2011

Rindu

Angin masih bertiup
membawa setiap kecemasan
ada ranting yang luruh menerpa wajah wajah
kering dibawahnya

hendak kemanakah perahu
ini berlayar jika ombak begini kencang
disudut manakah aku hendak berlindung
jika perahu ini tak lagi bertepi
ada butiran luka ketika rindu jauh memanggil
membasuh setiap kepenatan
acapkali kekerasan menikam
melumatkan batas kesabaran
tidakkah itu cukup tidakkah itu menyesakkan

awan tersandar di kaki langit
gemuruh rindumu terus memanggil
tangis pilu sederet saudaraku
yang terpasung di tanah kelahiran

sejarah manis berlaku beku
tinggal sepotong awan
peluh menetes di dahinya
meratapi angkara tak kunjung usai
bersandar pada cinta yang tercampakkan

ketika malam bertaut
dalam lintasan keabadian alam
ku ingin rinduku sampai
menguak gelap mencurahkan sinar
membawa perahuku kembali berlayar
di tengah jagad tak bertepi

Padang, Mei 2011