Kongkow Sastra, UIN Bandung Bergoyang

Sonia Fitri
http://www.suakaonline.com/

“Mari bantu Ayu Ting-Ting Menemukan Alamat Asli”. Sebuah kalimat yang menggelitk para pembaca, mengingat lagu “Alamat Palsu”nya pedangdut Ayu Ting-Ting sedang akrab di telinga pendengar di Tanah Air. Dari sanalah, kemudian tercetus tema “Sastra dan Dangdut” dalam bentuk acara Kongkow Sastra untuk yang kesekian kalinya. Diselenggarakan atas kerjasama beberapa lembaga dan komunitas mahasiswa. Acara Kongkow Sastra ini juga merupakan bagian dari acara pelepasan 4 penyair yang akan pergi ke Temu Sastrawan Indonesia (TSI) ke 4 di Ternate.

Acara yang bertempat di auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Senin (17/10) terlihat semarak. Selain didominasi oleh lantunan dangdut beserta goyangan para penonton, acara ini juga membuka diskusi interaktif yang dipandu oleh Bambang Q. Anees, Hannah Hakim dan Beni Siraru. Mereka mengkaji wacana agar dangdut bisa dikolaborasikan dengan sastra, agar dangdut yang dipandang sebagai musik pinggiran bisa naik kelas.

Acara Kongkow Sastra dangdut ini terselenggara atas kerjasama HMJ Public Relation, Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK), Woman Studies Center (WSC), HMJ Sosiologi, Lembaga Pers Mahasiswa SUAKA, Komunitas Rumput, Komunitas Ilegal, Komunitas Kabeldata, Forum Alternatif Sastra, Konsorsium Sastra UIN SGD Bandung, Komunitas Strikam, Noiseyouth, Komunitas Pucuk Jambu, Addictedarea.com, dan UKM Kopma. Acara berlansung selama dua setengah jam, di mulai dari jam 4 sore sampai pukul setengah 8 malam.

Bambang Q. Aness salah satu pembicara dalam acara tersebut mengatakan, dangdut yang selama ini terpinggirkan bisa terangkat dengan cara dikolaborasikan dengan lantunan lirik sastera. Sama halnya dengan para penyair, menurut mereka jangan segan untuk mendedikasikan karyanya untuk dilantunkan para pedangdut.

Begitu pula menurut Ketua Pelaksana, Hamdan Yuafi mengatakan bahwa dangdut saat ini bukan hanya goyangan erotis dari seorang wanita. “Dalam dangdut, ada lirik-lirik yang mewakili, dan mewakili arti lebih jika dikaitkan dengan sastra,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut ikut juga berkomentar, menurutnya acara tersebut menarik dan sangat menghibur, “Meskipun belum benar-benar terpadu antara keduanya, tapi acaranya sangat menghibur,” ungkap Maulana Mahdi Mahasiswa semester 3 ilmu komunikasi jurnalistik.

Sonia Fitri/SUAKA