Pakaian

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 30 Okt 2011

“BAHASA adalah pakaian bagi pikiran,” kata penyair Samuel Johnson. “Jika pikiran merusak bahasa, maka bahasa juga dapat merusak pikiran,” lanjut George Orwell.

“SAMPAI sekarang,“ kataku, “ bahasa Indonesia hanya dipergunakan di kalangan atas. Tidak oleh rakyat biasa. Sekarang, mulai dari hari ini, menit ini, marilah kita putuskan untuk belajar berbicara dalam bahasa Indonesia. Continue reading “Pakaian”

Pengakuan Seorang Penyair tentang Dua Masa dan Sekarang

Ko Hyeong Ryeol
Riau Pos, 30 Okt 2011

PADA Tahun 1970-an masyarakat Korea berada dalam penderitaan di bawah pemerintahan otokrasi. Pada masa itu, segalanya tersumbat, tidak ada pintu keluar. Ketika itulah, seorang penyair muda yang tinggal di rumah petak yang kumuh, menderita. Harga dirinya terluka. Setiap malam, dia dihantui mimpi buruk. Saat itu, dia menulis puisi di negaranya sendiri yang penuh dengan senjata nuklir. Itulah potret saya sebagai seorang penyair saat berusia 20-an tahun. Continue reading “Pengakuan Seorang Penyair tentang Dua Masa dan Sekarang”

Mendengar Suara-suara Melayu

Rida K Liamsi
Riau Pos, 30 Okt 2011

KOREA-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) I yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, Desember 2010, selain diisi dengan kegiatan pembacaan puisi dan esai juga menerbitkan beberapa buku sastra. Antara lain, kumpulan puisi yang berisi puisi-puisi penyair ASEAN yang ikut festival (ada 12 penyair) di mana masing-masing penyair menyertakan 4 puisinya, yang diberi judul: Becoming (sesuai dengan tema festival). Continue reading “Mendengar Suara-suara Melayu”

Bahasa »