Pengajaran Sastra seperti Era Kolonial perlu Dibangkitkan?

I Nyoman Suaka
balipost.co.id

Tak semua pendidikan zaman kolonial menjengkelkan. Salah satu bidang pengajaran yang dapat diambil hikmahnya adalah di bidang pengajaran kesusastraan. Di era kolonialisme itu pengajaran sastra di sekolah mendapat prioritas pertama dan utama. Dalam rangka pengajaran yang berbasis kompetensi, maka revisi kurikulum sastra yang sedang digodok saat ini akan meniru pola lama pengajaran sastra zaman Belanda. Continue reading “Pengajaran Sastra seperti Era Kolonial perlu Dibangkitkan?”

Sastrawan Misterius

Tri Budhi Sastrio
http://www.balipost.co.id/

PERNAH melihat orang memperhatikan bunga melati yang sedang mekar selama delapan jam terus menerus? Mungkin tidak pernah. Banyak orang suka memperhatikan bunga melati yang indah dan harum kalau sedang mekar. Tetapi kalau delapan jam terus menerus, menatap, tersenyum, bahkan tidak jarang seperti bercakap-cakap dengan sang melati, ini pasti bukan suatu hal yang biasa. Bahkan, orang pasti bilang itu kalau tidak edan ya sinting. Tetapi Patria tidak edan dan tidak sinting. Dia waras, paling tidak begitulah katanya berkali-kali. Continue reading “Sastrawan Misterius”

Pusat dan Daerah

Darma Putra
balipost.co.id

SELAMA seminggu, 22-29 September, di Surabaya berlangsung Temu Teater Kawasan Timur Indonesia (Katimuri) III. Panitia telah mengundang 107 grup teater dari Katimuri, sementara sudah 20 grup memastikan diri untuk ikut. Salah satu tujuan acara ini adalah menyatukan energi kelompok teater Katimuri untuk “menolak” superioritas Barat (Bali Post, 15/9). Bagaimanakah acara temu teater ini sebaiknya dipahami? Continue reading “Pusat dan Daerah”

KITAB BARZANJI

Aguk Irawan MN
Kedaulatan Rakyat, 15/03/009

Sekira seratus limapuluh tahun sebelum Nabi Muhammad lahir dan membawa pencerahan, puisi telah menempati posisi tertinggi di hati orang Arab, bahkan ketika dunia masih meraba-raba dalam keremangan ilmu pengetahuan, Arab sudah berjibaku dengan puisi dan mengenal ilmu tata bahasa (linguistik), diantara fenomena tingginya penghargaan kaum arab terhadap para penyair adalah dengan menggantung puisi-puisi terbaik mereka di dinding Ka’bah sebagai simbol kebesaran dan kebanggaan suku atau ras yang mengalir pada darah mereka. Paling tidak, ada dua karya sastra penting yang ditulis sastrawan Arab Jahiliyah, yaitu mu’allaqat dan mufaddaliyat. Continue reading “KITAB BARZANJI”

Bahasa ยป