50 Penyair Korea Selatan dan ASEAN Berkumpul di Riau

Adrizas
http://www.suarakarya-online.com/

Riau menjadi tuan rumah Festival Penyair Korea-ASEAN (Korean-ASEAN Poets Literature Festival/KAPLF) II yang dibuka pada Selasa (25/10) malam oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal di Gedung Daerah, Pekanbaru. Festival itu diikuti 50 penyair Korea dan beberapa negara di ASEAN, termasuk Indonesia.

Direktur KAPLF II, H Rida K Liamsi, dalam kesempatan itu mengatakan, tahun 2011 adalah perhelatan lanjutan dari event KAPLF di Seoul, Korea Selatan, Desember 2010. Saat itu ditunjuk Riau, Indonesia, sebagai tuan rumah.

Kegiatan ini adalah pertemuan para penyair Korea Selatan dan negara-negara ASEAN untuk membangun solidaritas sesama penyair untuk membantu agar dunia lebih damai.

Tema itu menyertakan kesenian ASEAN-Korea dan suara-suara yang sama untuk berkreativitas yang sama dari kalangan penyair. Karena pusat kegiatan di Riau, maka festival yang diwujudkan bernuansa Melayu. Dari Indonesia ada 20 penyair dan lima dari Riau serta negara peserta lainnya.

Festival Penyair ASEAN-Korea II tidak hanya diisi pembacaan puisi, esai, dan lainnya, tetapi juga akan ditandatangani tiga buku, yakni Sound of Asia (kumpulan puisi penyair buku yang dibacakan kalangan peserta selama kegiatan Malay as World Heritage on Stage), Becoming After Seoul (buku tentang tulisan penyair yang ditulis setelah festival KAPLF I lalu di Korea) serta penandatanganan MoU antara Yayasan Sagang dan yayasan dari Korea.

Peluncuran buku itu ditandatangani Mr Ko Hyeong Ryeol, H Rida K Liamsi, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Tenas Effendy, dan Sutardji Calzoum Bachri.

Syamsudin Othman, salah seorang peserta dari Malaysia, menilai pertemuan itu sangat penting artinya. Di tengah banyaknya perilaku manusia rakus di bumi saat ini yang merusak alam, peserta dalam pertemuan itu berupaya menjaga agar alam tetap hijau, laut tetap biru, dan awan tetap putih melalui kata-kata. Menurutnya, pertemuan itu bukan untuk menghabiskan waktu. Tapi, untuk berbuat yang jujur lagi ikhlas memegang amanah.

Sebagai puncak pembukaan pertemuan KAPLF II, sejumlah penyair menyampaikan puisinya. Bahkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal, H Rida K Liamsi, Mr Ko Hyeong Ryeol, serta Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri turut ambil bagian. Ditambah berbagai pementasan seni budaya Melayu, termasuk sanggar seni binaan Al Azhar.

Sebelumnya, Rusli Zainal menanggapi positif dijadikannya Provinsi Riau sebagai tuan rumah Korean-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) II. Menurutnya, pertemuan penyair itu bersinergi positif dengan kesungguhan Pemprov Riau dalam melestarikan budaya, khususnya budaya Melayu Riau.

Dia menyebutkan, Pemprov Riau memiliki kesungguhan besar dalam mewujudkan visi Riau 2020. Begitu juga dengan mengajak seluruh pihak yang peduli dalam melestarikan budaya, seperti para penyair yang merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari budaya.

“Dengan pelestarian budaya Melayu, diharapkan warisan sejarah budaya Melayu tak hanya sebagai simbol. Namun, jauh dari itu, pelestarian budaya Melayu juga mengandung nilai-nilai spiritual dan adat istiadat di Bumi Lancang Kuning,” tuturnya.

27 Oktober 2011