Strategi Kebudayaan atas Papua *)

Indra J. Piliang *
http://www.tempo.co/

Masalah Papua terletak dalam sudut pandang Jakarta. Memang ada persoalan kompetensi pejabat-pejabat Papua yang mendapat kesempatan setelah otonomi khusus dijalankan, dan nama Papua dikembalikan dari nama Irian Jaya oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Rata-rata sejumlah kepala suku (besar) di Papua mendapatkan posisi, baik di pemerintahan, swasta, perusahaan, maupun perguruan tinggi, sampai jabatan-jabatan lain. Continue reading “Strategi Kebudayaan atas Papua *)”

Pariwisata, Kebudayaan dan Tersingkirnya Pendidikan

RESPONS TERHADAP TULISAN HERWANDI

Hendriko Firman
harianhaluan.com

Menarik sekali membaca tulisan dari Prof Herwandi tentang ide pemisahan Dinas Kebudayaan dari Dinas Pa­riwisata (Haluan, Selasa, 18/1), yang juga dikomentari Sudarmoko dan Alfian Jamrah (Haluan, Selasa, 25/2), Suryadi dan Nelson Alwi (Haluan, Selasa 1/2), serta Undri (Ha­luan, Selasa, 22/2). Continue reading “Pariwisata, Kebudayaan dan Tersingkirnya Pendidikan”

Orang Biasa dalam Wacana Politik Kebudayaan

Judul : Menuju Partai Orang Biasa
Pengarang : Wimar Witoelar
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Th. 1999
Halaman : 323 hal
Peresensi : Fadjar I. Thufail *
http://perspektif.net/

Banyak orang sering mengatakan bahwa kolom “Asal-Usul” yang dimuat di harian Kompas setiap hari Minggu itu selalu enak dibaca, memiliki gaya narasi yang menarik, dan — ini yang paling penting — seringkali “nakal” saat melontarkan kritik-kritik tajam pada penguasa di negeri ini. Continue reading “Orang Biasa dalam Wacana Politik Kebudayaan”

Umar Kayam: Pokok dan Tokoh

Bandung Mawardi
Kedaulatan Rakyat, 24 Mei 2oo9

Umar Kayam (1932 – 2002) adalah pokok dan tokoh dalam sastra, seni, kebudayaan, dan ilmu sosial. Nama ini menjadi bab penting dalam biografi kebudayaan Indonesia. Tokoh ini memang moncer untuk pelbagai hal dan memberi “sihir wacana” untuk publik. Orang berhak membaca dan menilai Umar Kayam karena cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, novelet Sri Sumarah dan Bawuk, novel Para Priyayi, dan novel Jalan Menikung. Continue reading “Umar Kayam: Pokok dan Tokoh”

Bahasa »