Setelah Sang Naga Bebas Menari

Yusi A. Pareanom, Setiyardi, Levi Silalahi, Andari Karina Anom, Fitri, Wahyu Dhyatmika
tempo.co.id

Seputar Tahun Baru Imlek pekan lalu, budaya Cina menjadi item atraktif. Stasiun-stasiun televisi tak mau kalah berlomba menyuguhkan acara yang memiliki unsur kecinaan. Sebuah film baru berjudul Ca Bau kan, yang diangkat dari novel Remy Sylado yang mengangkat budaya Cina, ikut meluncur memanfaatkan momentum ini. Iklim kebebasan yang dimulai pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid jadi faktor utama kemeriahan ini. Continue reading “Setelah Sang Naga Bebas Menari”

Akar kebudayaan yang hilang

Fajar AS
http://www.waspada.co.id/

Christine Hakim, bintang film Indonesia terkemuka telah mengutarakan keprihatinannya yang sangat mendalam, bahwa Indonesia Kehilangan Akar Budaya (Waspada, Jumat 28 Mei 2010). Sang bintang berpendapat bahwa kenyataan ini adalah akibat kebijakan politik “pemerintah” terhadap pendidikan dan kebudayaan masih rapuh. Continue reading “Akar kebudayaan yang hilang”

Pendidikan (Tanpa) Kebudayaan

Yonky Karman
Kompas, 18 Juli 2007

Kita memiliki Hari Pendidikan Nasional, Hari Guru, dan Hari Anak. Ada kementerian yang membawahkan pendidikan. Dalam konstitusi tercantum anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran belanja pemerintah. Namun, angka siswa putus sekolah meningkat. Biaya sekolah tetap mahal. Kesempatan bersekolah bagi anak dari keluarga sederhana kian sempit. Continue reading “Pendidikan (Tanpa) Kebudayaan”

MENJADI MUSLIM-INDONESIA Inspirasi dari Pemikiran Gus Dur

Marzuki Wahid *
Kabar Cirebon, 30 Des 2011

Hari ini, Jum’at (30/12/2011), haul kedua Gus Dur-panggilan legendaris KH Dr. Abdurrahman Wahid. Haul adalah ajaran budaya untuk memperingati, mengenang, dan meneladani kebaikan, serta mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. “Aku hanya pulang, bukan pergi,” kata Gus Dur suatu waktu. Benar adanya, semangat, gagasan, dan gerakan Gus Dur tidak pergi, masih terus hadir hingga hari ini. Satu di antaranya adalah gagasan “menjadi muslim-indonesia” yang hendak diungkap dalam tulisan ini. Continue reading “MENJADI MUSLIM-INDONESIA Inspirasi dari Pemikiran Gus Dur”

Budaya Peranakan di Pusat Perbelanjaan

Iwan Santosa
http://nasional.kompas.com/

Kebaya encim, gambang kromong dengan joget (ngibing), hingga busana pengantin Tionghoa Tangerang menjadi pemandangan baru di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Tangerang dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah serbuan barang buatan Tiongkok, menjelang Imlek di pusat perbelanjaan, sejumlah pengelola pusat perbelanjaan berusaha menampilkan kebudayaan Tionghoa yang ”asli” Indonesia atau budaya Peranakan. Continue reading “Budaya Peranakan di Pusat Perbelanjaan”

Bahasa »