Cerpen(is) Pilihan KOMPAS, Siapa Takut!

Saut Situmorang

Relasi intertekstual antara sastra dan media massa cetak koran sebenarnya merupakan sebuah isu kritik sastra yang menarik. Adakah terdapat hubungan dialektis saling pengaruh-mempengaruhi antara dua produk budaya ini yang menghasilkan sebuah sintesa yang menguntungkan keduanya, ataukah relasi intertekstual itu hanya merupakan sebuah hubungan monolateral belaka di mana salah satu produk budaya mendominasi secara hegemonik arah lalulintas pengaruh-mempengaruhi tadi? Continue reading “Cerpen(is) Pilihan KOMPAS, Siapa Takut!”

Sastrawan Santri Menatap Realitas Nusantara

A Khoirul Anam
nu.or.id

Bebeberapa kelompok Islam semakin tidak antusias terhadap khasanah dan realitas Nusantara. Mereka seperti orang asing di negeri sendiri. Entah mulai kapan ini bermula. Padahal para penyebar Islam dikenal sangat dekat-hati dengan negeri ini. Kita bisa saja berkata, semua itu karena mereka semakin jauh dari dunia sastra, sastra pesantren. Continue reading “Sastrawan Santri Menatap Realitas Nusantara”

Sendalu, Sebuah Tragedi Pemerkosaan

Rizqi Nurmizan
http://www.kompasiana.com/rizqi_mizan

Melengkapi maraknya tulisan ber-keyword pemerkosaan, rok mini, dan angkot di jagat Kompasiana, saya terusik untuk mengangkat Sendalu, sebuah novel dengan pemerkosaan sebagai ide ceritanya. Novel karangan Chavchay Syaifullah ini berkisah tentang Lumang, seorang pemuda psikopat yang mengalami semacam ‘kegalauan seksual’ sepanjang hidupnya. Lewat Sendalu, Chavchay ingin menyibak kerusakan mental yang dialami para pemerkosa dan dan derita psikologis para korban perkosaan. Continue reading “Sendalu, Sebuah Tragedi Pemerkosaan”

Ubud Writers & Readers Festival, Nobel dan Selembar Kisah Usang

Aziz Abdul Ngashim

Biasanya saya ingat setiap oktober selalu ada sebuah festival sastra terbesar di asia tenggara, sayangnya festival sebesar ini justru tenggelam dalam hiruk pikuk maling ATM dan banjir Jakarta. tapi biarkanlah kita yang tetap mengapresiasi festival tersebut. dibalik ingatan saya tentang Ubud Writers &Readers Festival ternyata saya tidak tahu kalau sebelum itu ada lomba menulis “fiksi mini”, tahunya setelah beberapa kawan berbagi link tulisan. sudahlah yang penting saya sudah berpartisipasi sebagai voter untuk kawan-kawan. Continue reading “Ubud Writers & Readers Festival, Nobel dan Selembar Kisah Usang”

Bahasa »