Puzzle Semiotika Sastra

Haris Firdaus
Suara Merdeka, 17 Mei 2009

“Mulai saat ini, jika hendak menulis tentang semiotika, Anda jangan memakai teori Jacques Derrida, Umberto Eco, atau Jacques Lacan lagi! Teori ketiganya punya kelemahan dasar yang tak bisa dimaafkan,” begitu kira-kira provokasi Saifur Rohman, redaktur Suara Merdeka, saat mengisi sesi pertama Workshop Semiotika Sastra di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, pada 9-10 Mei lalu. Continue reading “Puzzle Semiotika Sastra”

Ajip, Profesor tanpa Ijazah

Soni Farid Maulana
_Pikiran Rakyat, 30 Jan 2008

SUDAH sejak awal kemunculannya di dunia sastra Indonesia modern pada tahun 1950-an, Ajip Rosidi dianggap sebagai anak ajaib. “Sejak masih muda, Ajip Rosidi sudah terkenal. Ia sastrawan dari tanah Sunda yang namanya saat ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” kata penyair Rendra, yang juga dikenal sebagai teaterawan terkemuka di negeri ini dalam percakapannya dengan penulis melalui saluran telefon, Kamis malam (24/1). Continue reading “Ajip, Profesor tanpa Ijazah”

Sastra dan Problem Bahasa

Agus Wibowo
Seputar Indonesia, 19/08/2007

WILLIAM Henry Hudson dalam bukunya, Introduction to the Study of Literature (1960),menyatakan bahwa idealnya sastra senantiasa menyumbangkan nilai positif bagi kemanusiaan.

Hal ini lantaran anasir-anasir yang dicipta,bertalian erat dengan penikmatan ragawi dan rohani manusia. Menurut Henry, sastra lewat cara dan bentuknya menjelma memberi kenikmatan batiniah, melalui olah rasa, cipta, dan karya indah dalam sanubari setiap insan. Continue reading “Sastra dan Problem Bahasa”

Bahasa »