Fir’aun dan Tiga Kebenaran

Emha Ainun Nadjib
__Republlika/15 April 2001

Kalau disederhanakan ada tiga model kebenaran yang berlaku dan dialami manusia. Pertama, benarnya sendiri (benere dhewe). Kedua, benarnya orang banyak (benere wong akeh). Dan, ketiga kebenaran hakiki (bener kang sejati).

Sejak mendidik bayi sampai menjalankan penyelenggaraan negara, manusia harus sangat peka dan waspada terhadap sangat berbahayanya jenis kebenaran yang pertama. Continue reading “Fir’aun dan Tiga Kebenaran”

G30S dan Permintaan Maaf

Franz Magnis Suseno *
Kompas, 24 Maret 2012

Ada berita mengejutkan: Presiden, katanya, mau mengajukan permintaan maaf kepada para korban segala pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Tanah Air sejak Indonesia merdeka.

Rencana Presiden ini menuntut sikap kita juga. Kalau di sini saya membatasi diri pada pelanggaran-pelanggaran pasca-Gerakan 30 September (G30S), itu bukan untuk meremehkan pelanggaran-pelanggaran lain. Continue reading “G30S dan Permintaan Maaf”

Apa yang Salah dengan G30S/PKI?

Sulastomo *
Kompas, 31 Maret 2012

Pada 17 Oktober 1965, dua minggu setelah peristiwa itu, kami berkeliling di Jawa Tengah. Di Klaten, di tepi sebuah sungai, hati kami tersayat melihat mayat bergelimpangan.

Itulah dampak peristiwa politik yang diawali dengan penculikan dan kemudian pembunuhan pemimpin teras Angkatan Darat oleh Gerakan 30 September pada 1 Oktober 1965 dini hari. Continue reading “Apa yang Salah dengan G30S/PKI?”

Misteri Kreativitas (Buat Hikmat Gumelar)

Beni Setia *
Pikiran Rakyat, 31 Mei 2008

SEDULUR Hikmat Gumelar, esaimu di Khazanah “Perihal Kelas Menulis”, (19/4), membuatku bimbang. Itu sebuah model penyampaian gagasan yang amat aneh karena menekankan suasana untuk menjelaskan sesuatu yang sangat sublim subjektif kepada orang yang hidup dengan waktu, yang selalu berpacu supaya punya sedikit waktu untuk sekadar hadir sebagai subjek dalam ruang. Padahal menulis, seperti memancing yang kini jadi pilihan estetik menjadi eksistensi utuh di tengah alam perawan Sukaratu model Syaeful Badar, itu memasuki ruang di mana waktu mati dan berpacu dengan waktu raib. Continue reading “Misteri Kreativitas (Buat Hikmat Gumelar)”

Bahasa »