PERIHAL KELAS MENULIS

Hikmat Gumelar *
__Pikiran Rakyat, 19 April 2008.

Maaf, Bung. Seperti kubilang di telefon, aku mau betul kita bertemu. Apalagi bertahun-tahun sudah kita terdampar di pulau berbeda. Tapi Bung begitu tiba-tiba datang. Begitu cepat pula hengkang.

Aku di Bandung nih, di Dago. Malam ini cabut lagi ke Jakarta. Besok pagi cabut lagi ke Makassar. Mau ketemu ga?” Begitu kau bilang kemarin sore di telefon. Continue reading “PERIHAL KELAS MENULIS”

RRI dan KA Tebar Proklamasi

Rosihan Anwar *
__Suara Pembaruan, 28 Mei 2008

KERETA Api Argo Jati Ja-karta-Cirebon, Sabtu, 17 Mei 2008 pagi, membawa satu rombongan dengan tujuan khusus. Dalam rangka peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional digelar pertunjukan kesenian lokal dan diskusi napak tilas diplomasi Linggajati, di Kuningan, Jawa Barat. Di sana pada 11-12 November 1946 berlangsung perundingan internasional pertama antara PM Sutan Sjahrir, mewakili Republik Indonesia, dan mantan PM/Komisi Jenderal Prof. Schermehorn, mewakili Kerajaan Belanda. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta datang dari Yogya menunjukkan persatuan Indonesia. Continue reading “RRI dan KA Tebar Proklamasi”

Sandekala Mei 1998

Adi Marsiela
__Suara Pembaruan, 27 Mei 2008

“SANDEKALA memiliki beragam arti. Setidaknya itu yang saya ketahui. Semasa kecil, saya mengenalnya sebagai sosok raksasa akan datang mengambil anak nakal. Itu kata orang-orang di sekitar rumah saya.”

Namun, buat Wawan Sofwan, seorang sutradara teater, sandekala bukan lagi berarti sosok raksasa. Sebuah buku untuk anak-anak mencantumkan sandekala sebagai gejala alam akibat perubahan waktu yang terjadi dari siang ke malam, ditandai oleh adanya lembayung. Cuaca pada saat itu sangat tidak baik untuk kesehatan. Continue reading “Sandekala Mei 1998”

Gerimis Senja di Praha

Eep Saefulloh Fatah
cerpenkompas.wordpress.com

Senja Agustus memerah di kaki bukit Petrin, Mala Strana. Langit mengencingi Praha tak habis-habis. Gerimis turun sejak siang dan tak juga membesar. Sungai Vltava baru saja mulai tenang setelah marah meletup-letup selama setengah pekan lalu. Dua hari lalu, airnya naik hingga sembilan meter. Jembatan Charles nyaris terendam. Kemarahan Vltava nyaris saja menenggelamkan Praha. Continue reading “Gerimis Senja di Praha”

Bahasa »