Nuklir Kalam Günter Grass

Yusmar Yusuf
riaupos.co

Puisi, lebih kuasa dari peluru. Bahkan bom nuklir sekalipun. Bapa bangsa Jerman, masih zaman Prusia raya sebagian besar adalah penyair. Prusia beralih menjadi Jerman hari ini berkat para penyair dan seniman besar. Tersebut Fichte, Goethe, dan tersedia pula nama Schiller. Begitu pula Indonesia hadir menyeruak bak bunga mekar di taman tropis berkat rangkaian puisi yang jalin berjalin, berumpun dan bertandan dari waktu ke waktu. Bermula dari puisi pendek “Soempah Pemoeda”, sampai preambul Undang-Undang Dasar 1945. Continue reading “Nuklir Kalam Günter Grass”

Semarang Suatu Hari

Bre Redana
Suara Merdeka, 22 April 2012

MENCARI sesuatu yang hampir terlupakan dan menemukan secara tak sengaja sesuatu yang tak terlupakan, terjadi di Semarang suatu hari di akhir pekan. Mertuaku datang dari Hongkong. Dia akan liburan beberapa waktu di Indonesia. Ketika beberapa hari tinggal di rumah kami di Jakarta, aku dan Grace, istriku, harus ke Semarang untuk menghadiri resepsi pernikahan kenalan Grace. Continue reading “Semarang Suatu Hari”

Kuda

A.S. Laksana
Jawa Pos, 15 April 2012

PEREMPUAN itu menyebutnya kuda. Maka ia merasa dirinya sebagai kuda berbulu putih, kuda yang biasa ditunggangi oleh tokoh utama dalam film-film koboi: agak jinak, tapi pada saatnya bisa berlari tak kenal letih untuk menopang sang penunggang yang harus menyelesaikan tugas berat menghabisi para perampok dan lelaki-lelaki kasar. Ia menyukai gambaran diri yang seperti itu. Continue reading “Kuda”

Copet

Horacio Castellanos Moya *
Koran Tempo, 22 April 2012

AKU mulai sering mengun jungi Café Imperial sejak aku pindah ke apartemen temanku Hernando Salcido, sebuah apartemen yang luas berperabot lengkap di Jalan Jesús y María yang akan menjadi milikku selama sebulan penuh karena temanku, istrinya, dan anak perempuannya sedang menikmati liburan musim panas di rumah pantai keluarga mereka di Fuengirola. Continue reading “Copet”

Bahasa »