Opera Primadona, Opera Melayu?

Fakhrunnas MA Jabbar *
Riau Pos, 8 Sep 2013

OPERA Primadona karya teaterawan terkemuka Indonesia, Nano Riantiarno pada hakikatnya berkisah tentang konflik yang tak habis-habis di sebuah kelompok teater Miss Kecubung. Cukup lama masa kejayaan Miss Kecubung yang dipimpin oleh Miss Kecubung (Mimi Suryani), seorang perempuan ambisius dan berkuasa melebihi suaminya sendiri, Rojali (Sujarhadi) yang menjadi sutradara tunggal kelompok itu. Dominasi Miss Kecubung benar-benar terusik dengan munculnya Seroja yang mendapat simpati Tuan Rojali dan para penggemarnya. Kecemburuan Miss Kecubung sampai pada puncaknya ketika mencurigai adanya dugaan perselingkuhan suaminya dengan Seroja. Continue reading “Opera Primadona, Opera Melayu?”

Pengelana Tiada Akhir

Iwan Kurniawan
Media Indonesia, 1 Sep 2013

Frans Ekodhanto Purba menghadirkan perjalanan lewat sajak-sajak penuh metafora. Ia begitu lihai menunjukkan perasaan lewat karya.

SENJA mulai luruh perlahan. Langkah kaki para undangan terdengar perlahan mulai memasuki sebuah ruangan, tempat peluncuran buku Kelana Anak Rantau karya penyair Frans Ekodhanto Purba dihajat, sore itu. Continue reading “Pengelana Tiada Akhir”

Budaya Bangsa yang Tergadai

Medri Osno *
Riau Pos, 8 Sep 2013

KETIKA negara lain mengklaim beberapa kesenian Indonesia menjadi miliknya, kita pun sibuk seperti orang kebakaran jenggot. Belum lekang dari ingatan kita tentang kasus tari pendet, reog ponorogo, dan beberapa lagu daerah yang ‘dicaplok’ Malaysia serta hilangnya beberapa arca peninggalan bersejarah di Museum Radyapustaka, Surakarta -besar kemungkinan hal ini juga terjadi di seluruh Indonesia. Continue reading “Budaya Bangsa yang Tergadai”

Dari Perjalanan Bedah Kidung Jaran Dawuk sampai Kitab Para Malaikat

Tosa Poetra *

(Sesungguhnya ini catatan yang lama, boleh dikata setengah kadaluarsa, sudah lewat setengah tahun, tapi baru kali ini aku dapat mengedit sedikit dan mencoba mempublikasikan, semoga akan ada manfaatnya).

Wal asri, demi masa aku memulai, sungguh pun harus merugi janganlah setelah mati. Dengan menyeru yang membirukan samudera, dengan segala keterbatasan aku bercerita. Continue reading “Dari Perjalanan Bedah Kidung Jaran Dawuk sampai Kitab Para Malaikat”

Bahasa »