Pemeduli Sastrawan dan Sastra Indonesia Warna Daerah NTT

AG Hadzarmawit Netti
kupang.tribunnews.com

Catatan Pengantar
Judul tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengkultusindividukan seorang yang bernama Yohanes Sehandi, yang bekerja sebagai dosen tetap pada Universitas Flores di Ende; yang mengasuh Mata Kuliah Teori Sastra, Menulis Artikel, Retorika, Keterampilan Menulis, dan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Flores.

Tulisan ini juga bukan merupakan suatu tanda terima kasih kepada Yohanes Sehandi yang mencatat nama AG Hadzarmawit Netti sebagai sastrawan dan/atau kritikus sastra dalam bukunya Mengenal Sastra dan Sastrawan NTT (2012) dan Sastra Indonesia Warna Daerah NTT (2015), di mana dalam buku kedua ini secara khusus nama dan karya tulis AG Hadzarmawit Netti dikomentari pada halaman 109–112. Seandainya nama AG Hadzarmawit Netti tidak dicatat dan/atau tidak diakui sebagai sastrawan di daerah NTT dan di Indonesia sekalipun, toh di tingkat dunia-di BookerWorm.com: The Home Of Great Writing yang berpusat di Amerika-nama/profil AG Hadzarmawit Netti telah diabadikan di sana sebagai Author (Pengarang).

Dan, selain Netti, ada empat putra asal daerah NTT yang telah diabadikan pula sebagai Authors di BookerWorm.com: The Home Of Great Writing yaitu Stephanus Djawanai, Yoseph Yapi Taum, Willy A Hangguman dan Yohanes Manhitu. Dengan demikian, tulisan ini merupakan suatu apresiasi (penghargaan)-dari seorang Author (Pengarang) senior bernama AG Hadzarmawit Netti-kepada Yohanes Sehandi: Dosen Sastra, Pemeduli Sastrawan dan Sastra Indonesia Warna Daerah NTT. Alasannya akan diwedarkan di bawah ini.

Apresiasi kepada Yohanes Sehandi
Yohanes Sehandi (selanjutnya akan saya sapa, Sehandi) adalah seorang dosen tetap di Universitas Flores, Ende, Provinsi NTT. Ia mengasuh Mata Kuliah Teori Sastra, di samping beberapa kegiatan sebagaimana disebutkan di atas. Walaupun disibukkan dengan berbagai aktivitas di kampus, ia tidak tenggelam dan hilang dalam rutinitas kampus. Dari kampus sebagai sanggar kerja, ternyata Sehandi berhasil merealisasikan presensinya ke luar: bukan saja sebatas daerah NTT dan nusantara (Indonesia), melainkan sampai ke mancanegara.

Bermodalkan pengetahuan, ketekunan, dan kerja keras, Sehandi telah menerbitkan sembilan buku. Dan, berdasarkan penyelisikan saya, lima buku di antaranya yaitu Bahasa Indonesia dalam Penulisan di Perguruan Tinggi; Pengantar Ilmu Sosial & Budaya Dasar; Kalimat Dalam Penulisan Karangan; Tinjauan Kritis Teori Morfologi dan Sintaksis Bahasa Indonesia dan Mengenal Sastra dan Sastraan NTT terdapat di sejumlah perpustakaan perguruan tinggi di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa.

Bahkan tiga buku di antaranya yaitu Kalimat Dalam Penulisan Karangan; Mengenal Sastra dan Sastrawan NTT dan Tinjauan Kritis Teori Morfologi dan Sintaksis Bahasa Indonesia terdaftar di Virtual International Authority File (VIAF) dan terdapat di National Library of Australia, National Library of the Netherlands, Library of Congress/NACO, dan the International Standard Name Identifier (ISNI), sehingga di belakang nama Yohanes Sehandi terdapat lambang bendera negara Australia, Belanda, Amerika Serikat, dan ISNI.

Perlu dicatat di sini bahwa buku Mengenal Sastra dan Sastrawan NTT (2012) dan buku Sastra Indonesia Warna Daerah NTT (2015) adalah bukti kepedulian Sehandi terhadap sastrawan dan sastra Indonesia warna daerah NTT. Melalui kehadiran dua buku ini Sehandi mununjukkan bahwa dari Ende, Flores, ia sangat peduli, sangat memperhatikan, sangat mengindahkan semua sastrawan yang merealisasikan dirinya di bidang sastra Indonesia di daerah NTT, yang niscaya akan tumbuh dan berkembang pula sastra Indonesia warna daerah NTT.

Melalui buku Mengenal Sastra dan Sastraan NTT (2012), nama dua puluh dua sastrawan NTT telah diinventarisisasikan. Dan melalui buku Sastra Indonesia Warna Daerah NTT, dua puluh dua nama lagi ditambahkan sehingga menjadi empat puluh empat nama sastrawan asal daerah NTT dan hasil karyanya telah diinventarisasikan. Selain itu, masih banyak lagi nama yang hendak ditelisik, termasuk data kesastrawanan mereka harus dikumpulkan. Dengan demikian, kerja belum selesai.

Dan pekerjaan semacam ini-lantaran bukan pekerjaan proyek penelitian yang ditunjang dengan biaya-tidak mungkin dilakukan oleh orang yang tidak memiliki kepedulian. Ini membuktikan bahwa Yohanes Sehandi benar-benar pemeduli sastrawan dan sastra Indonesia warna daerah NTT.

Catatan Akhir
Mengakhiri tulisan ini saya usulkan kepada Yohanes Sehandi untuk membuat sebuah blog (jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saya). Nama blog (pinjam sebutan yang dikemukakan oleh Dr. Marsel Robot), Rumah Besar Sastra NTT. Dengan demikian, nama blog itu misalnya begini: www.rumahbesarsastrantt.com.

Dalam blog itu, profil setiap sastrawan dan hasil karyanya dimasukkan. Sama seperti di tingkat dunia ada BookerWorm.com: The Home Of Great Writing (Rumah Karya Agung) di mana para Authors (Pengarang-pengarang) terkemuka dari abad ke abad diabadikan seperti Charles Dickens, Ernest Hemingway, Stephen King, William Shakespeare, John Bunyan, Khalil Gibran, John Milton, Soren Kierkegaard, Thomas Aquinas, Karl Barth dan lain-lain. Di BookerWorm.com: The Home Of Great Writing itu juga terdapat profil empat puluh dua Authors Indonesia yang diabadikan, antara lain Pramoedya Ananta Toer, Sitor Situmorang, Yaakub Idrus, Budiman S Hartoyo, Sindhunata, Maman S Mahayana, Mudji Sutrisno; dan lima Authors di antaranya putra asal daerah NTT, yang namanya telah disebutkan pada catatan pengantar di atas.

*) Sastrawan
http://kupang.tribunnews.com/2015/07/11/pemeduli-sastrawan-dan-sastra-indonesia-warna-daerah-ntt