Mengenai Festival Teater SMP/MTs Se-Jawa Timur

Rodli TL

SMA Raudhatul Muta’alimin Babat Lamongan, sebuah sekolah yang berada di lingkungan pesantren. Tidak ada gelombang tsunamai atau badai pasir, tiba-tiba lembaga pendidikan tersebut mengadakan festival teater pelajar tingkat SMP/MTs se-Jawa Timur. Mimpi apa kepala sekolah dan para gurunya. Padahal Instansi Pemerintah (Dinas Pendidikan Lamongan) yang punya kewajiban saja enggan melakukannya. Jangan-jangan pengampuh kebijakan sekolah tersebut sedang sinting semua, hehehehehe. “Lapo kok susah-susah gawe acara konter-konteran.” kata salah satu nenek anggota teater Ramu, hehe…

Usut punya usut, eh, eh, eh… ternyata sekolah tersebut telah memupunyai kelompok teater pelajar yang bernama teater RAMU… betul nggak ya, tanyakan kepada Diknas bagian seni budaya apa ada data nama kelompok teater pelajar di buku inventaris kelompok-kelompok teater pelajar se-Lamongan. Mana mungkin ada, lha wong mereka yang digaji pemerintah tiap bulan tidak pernah mendata, hehehehehehe.

Teater Ramu sebagai ruang kreatif siswa untuk menemukan potensi kepribadiannya. Berkeinginan para santri-santrinya kelak menjadi manusia yang semakin dekat dengan Sang Penciptanya, sekaligus menajamkan naluri social sebagai rahmatan lialamiin. Tidak ayal kelompok ini punya semangat besar, karena ada sepasang harimau pelaku teater muda yang menggerakkannya. Mereka adalah Cak Ahmad Shodiq dan Nia R. Suminar yang didampingi teman saya Pak Zain dan guru-guru lain.

Walau usia mereka sangat muda, mereka cukup kompeten melakukan pendampingan pada teater remaja atau pelajar. Teater Ramu yang dilatihnya telah memproduksi banyak karya, juga seringkali mendapatkan beberapa penghargaan dalam ajang festival baik tingkat kabupaten atau propinsi. Tahun 2011 menyabet actor terbaik di ajang kompetisi teater pelajar Jawa Timur yang diadakan teater Roda Unisda Lamongan. Tahun 2012 juara III di Festival Teater Pelajar di Ponpes Mazra’atul Ulum Paciran. Dan beberapa penghargaan lainnya.

Ternyata Teater Ramu tidak hanya kosentrasi pada produktifitas karya belaka. Ia punya program kerja lain diantaranya adalah Festival Teater Pelajar SMP/MTs se-Jawa Timur. 19 Desember lalu peristiwa gila itu diadakan. Teater Ramu punya kepedulihan yang cukup besar pada teater pelajar setingkat SMP/MTs, yang seharusnya ini menjadi tanggungjawab Diknas Kabupaten untuk menyelenggarakan rutinan seleksi Pekan Seni Pelajar untuk dibawa ke ajang tingkat Propinsi, namun mereka, Diknas tersebut sama sekali tidak peduli.

Luar biasa sekali respon Teater Ramu SMA Raudhatul Muta’alimin. Bahkan yang lebih menarik Ia juga mampu menyelenggarakan lebih professional dibandingkan Event Organizer kesenian yang menyerap dana APBD Ratusan Juta pertahun yang biasanya kalau ngadakan Pokoe Ono, hehe… Justru teater ramu diluar dugaan, ia menggunakan panggung teater yang sesungguhnya, pemberian sertifikat yang tepat waktu, trophy yang lebih menarik, beberapa marchendise, bahkan uang pembinaan jutaan rupiah, sinting tenan, hehe…

Festival tersebut ada, kala kelompok-kelompok teater SMP/MTs dalam kondisi yang akut, antara ada dan tiada, laa yamutu wa laa yahya bahasa pesantrennya, hehehe, lantaran tiada yang menyediakan ruang pentas bersama. Acara-acara yang terselenggara kebanyakan untuk SLTA. Dalam kondisi tersebut, Teater Ramu masih bisa membangkitkan 12 kelompok teater di dua Kabupaten, yaitu Lamongan dan Gresik.

Semoga Fesival Teater SMP/MTs SE-Jawa Timur ini bisa terlaksan lagi di Tahun 2014 ini, juga menjadi agenda rutin tahunan walau tanpa campur tangan pemerintah dalam pembiayaan. Tapi sungguh semua berharap, alangkah indah dan ringan bila semua saling melek dan bergandeng tangan antara pemerintah dan para pelaku teater untuk mengembangkan bersama-sama.

Jayalah Teater Ramu, Berkahlah SMA Raudhatul Muta’alimin…. Indahlah panggung teater kita… hehe…

Lamongan, 15 Januari 2014
http://teaterramu.blogspot.co.id/2014/01/rodli-tl-tentang-festival-teater-ramu.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*