DI BALIK KAMPANYE ANTI (ROKOK) KRETEK INTERNASIONAL

Muhammad Muhibbuddin *

Dulu tepatnya Selasa, 11 Oktober 2011, Komunitas Kretek (Komtek) pernah menyelenggarakan acara bedah buku, Kriminalisasi Berujung Monopoli di kompleks Kepatehan,  Yogyakarta. Buku ini adalah antologi hasil riset sejumlah aktivis LSM dan akademisi yang menguak soal kuatnya kriminalisasi rokok di dunia, khususnya terhadap kretek di Indonesia. Pembicara utama dalam diskusi tersebut adalah Salamuddin Daeng, salah satu penulis buku tersebut. Continue reading “DI BALIK KAMPANYE ANTI (ROKOK) KRETEK INTERNASIONAL”

WABAH PURBA

Taufiq Wr. Hidayat *

Sambil menundukkan kelelahan,
aku nulis puisi.
Terminal tua, hujan hendak mencipta telaga,
dan bangku-bangku tunggu.
Kota yang tertatih-tatih.
Kesunyian yang hilang.
Dan perih yang gamang.
Siapa terluka di balik bahasa?
Dicatat derita ke dalam kata-kata.
Mengiris bawang merah dan mendiskusikan cinta. Continue reading “WABAH PURBA”

Celurit, Simbol Filsafat Madura

Matroni el-Moezany

Sejak dulu sampai sekarang nama celurit, pasti identik dengan Madura, entah Sumenep, Pemekasan, Sampang, dan Bangkalan, bahkan orang Madura dianggap bersinonim dengan senjata tajam. Tetapi watak dan kepribadiannya patut di puji dan dikagunmi dengan setulus hati, kata Emha Ainun Nadjib. Padahal kalau kita lebih kritis melihat Madura secara holistik-uinversal semua orang akan terkagum-kagum dengan etika (tatakrama), agama, budaya, seni dan kerukunan antar masyarakat, ini bukannya saya membela orang Madura. Continue reading “Celurit, Simbol Filsafat Madura”

Bahasa »