CERITA HANTU SALIMIN

Taufiq Wr. Hidayat *

“Sahdan buah jeruk yang manis, dalam kisah Akutagawa, dilemparkan seorang gadis asing dari dalam kereta melalui jendela,” kata Saliman malam itu di rumah saya.

Saya tidak menyangka, Saliman membaca Akutagawa. Orang bersembunyi di dalam rumah, keranda mayat dibawa keliling kota oleh petugas kesehatan pada siang hari, mencari orang yang mati kena virus, untuk dikuburkan secara benar sesuai prosedur medis agar virus dalam tubuh mayat tidak menular sama orang hidup. Malam. Di luar banyak virus tak terlihat, seperti hantu ketika kecil. Setelah dewasa, ternyata hantu-hantu itu tidak pernah ada, ujar Salimin. Continue reading “CERITA HANTU SALIMIN”

Kritik Sosial dalam Sajak F. Rahardi

Esrom Aritonang

Bagi penggemar dan pengamat karya sastra di Indonesia, khususnya bidang puisi, nama F. Rahardi bukan nama asing lagi. Penyair ini dikenal luas pertama kali melalui “Soempah WTS” (1983). Kemudian buku kumpulan puisi kedua menyusul berjudul “Catatan Harian Sang Koruptor” (1985). Pada saat kelahiran buku kumpulan puisi kedua inilah F. Rahardi menyatakan “Proklamasi Puisinya”. Continue reading “Kritik Sosial dalam Sajak F. Rahardi”

Bahasa »