AKAR SOSIOLOGIS MUDIK LEBARAN

Maman S Mahayana *

Catatan Pengantar: Esai ini pernah dimuat Harian Kompas, 2 September 2011 (dimuat juga dalam buku Bermain Esai, Jakarta: Tarebooks, 2018, hlm 135—138). Ketika itu manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih semrawut. Rel ganda Jakarta-Surabaya belum dibangun. Begitu juga jalan tol di Pulau Jawa, baru sampai Cirebon. Jadi, problem mudik dalam tulisan ini sudah kurang relevan lagi. Meskipun demikian, konsep mudik di Indonesia berakar pada problem sosiologis hubungan kota—desa, dan tidak berkaitan dengan tradisi, sistem kepercayaan, dan mitos, sebagaimana yang dilakukan masyarakat China dan Korea. Continue reading “AKAR SOSIOLOGIS MUDIK LEBARAN”

Bahasa »