25 Haiku Karya Pendeta Buddhis Kobayashi Issa *

Terjemahan: Ahmad Yulden Erwin

1/
Spring rain—
a child gives a dance lesson
to the old cat

Hujan musim semi—
kanak itu mengajar dansa
kepada kucing tua

2/
Ten kitten—
ten
different colors

Sepuluh anak kucing—
sepuluh
warna yang berbeda

3/
Simply trust! Trust!
Dewdrops spilling
down

Hanya percaya! Percaya!
Seluruh embun tumpah
ke tanah

4/
Swatting a fly
on Buddha’s holy
head

Tepuklah seekor lalat
pada kepala suci
sang Buddha

5/
A chicken strolls
around the sitting room
livelong day

Seekor ayam
mengitari ruang duduk
sepanjang hari

6/
First snowfall
one two three four
five six people

Hujan salju pertama
satu dua tiga empat lima
enam orang biasa

7/
Parent sparrows
baby sparrows—
in a happy mountain

Induk pipit
bayi pipit—di gunung
yang bahagia

8/
Writing shit
about the snow for the rich
is not art

Menulis omong kosong
tentang salju demi orang kaya
jelas bukan seni

9/
Just being alive
I
and the poppy

Hanya hidup
aku
dan bunga poppy

10/
The distant mountains
are reflected in the eye
of a young dragonfly

Pegunungan yang jauh
tercermin di mata
seekor capung muda

11/
If you jump, flea:
jump
on the lotus!

Jika situ melompat, kutu:
melompatlah
pada bunga teratai!

12/
Come and play,
little orphan sparrow—
play with me!

Kemari dan bermain,
pingai mungil piatu—
bermain denganku!

13/
Trying and trying
to grasp the harvest moon—
a toddler

Coba dan coba
raih bulan musim panen—
seorang balita

14/
The octopus’ fleeting
dream in the trap—
the summer moon!

Mimpi sekilas gurita
di tengah perangkap—
bulan musim panas!

15/
Autumn evening—
morning glories
it’s reborn!

Senja musim gugur—
seluruh keberkahan pagi
kini terlahir kembali!

16/
What a miracle
being born a human—
autumn’s end

Betapa ajaib
lahir sebagai manusia—
musim gugur kini berakhir

17/
On the flower pot
does the butterfly also hear
Buddha’s promise?

Di pot bunga itu
apa kupu-kupu ikut mendengar
janji sang Buddha?

18/
These snails
climb Mount Fuji
but slowly

Siput-siput ini
mendaki Gunung Fuji
meski perlahan

19/
Step by step
up a summer mountain—
suddenly, the sea!

Selangkah-selangkah
naik gunung musim panas—
tiba-tiba, samudera!

20/
Cries of wild
reese, rumors spread
about me

Pekik angsa
liar, rumor menyebar
tentang saya

21/
Edo! Edo!
When I was here it’s just Edo—
autumn’s end

Edo! Edo!
Pas aku di sini Edo hanya Edo—
akhir musim gugur

22/
Stillness—
clouds peak
in the lake

Keheningan—
lengkung pucuk awan
dalam danau

23/
Just by being,
I’m here—
in the snow-fall

Semata mengada,
aku di sini—
dalam salju luruh ini

24/
Showering
onto Mount Kiso—
the Milky Way!

Memancar
ke atas Gunung Kiso—
Bima Sakti!

25/
Don’t worry, spiders,
I keep house
casually

Jangan khawatir, laba-laba,
aku mengurus rumah
dengan santai

________________________
*) Kobayashi Issa (1763 – 1828) was a Japanese famous poet and lay Buddhist priest of the Jodo Shinshu sect or the Pure Land sect. He is better known as simply “Issa”, a pen name meaning “a cup-of-tea”. He is regarded as one of the four haiku masters in Japan—along with Basho, Buson and Shiki.

Kobayashi Issa (1763 – 1828) adalah seorang penyair terkenal Jepang dan pendeta Buddha dari sekte Jodo Shinshu atau sekte Tanah Murni. Dia lebih dikenal dengan sebutan “Issa”, satu nama pena yang berarti “secangkir teh”. Dia dianggap sebagai salah satu dari empat master haiku di Jepang—bersama Basho, Buson dan Shiki.

Gambar: “Autumn Haiku” Kobayashi Issa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *