INTI EKSPRESI PUISI ADALAH SINTAKSIS, BUKAN KATA

Ahmad Yulden Erwin

Dalam konteks ekspresi puitik, inti puisi itu bukan di kata melainkan sintkasis puitik–baik klausa maupun kalimat. Ada banyak jenis sintaksis puitik dalam teknik perpuisian dunia tergantung ars poetica yang mendasarinya, di antaranya: sintaksis puitik klasik, sintaksis puitik romantik, sintaksis puitik ekspresionistik, sintaksis puitik imajistik, sintaksis puitik impresionistik, sintkasis puitik surealistik, hingga sintaksis puitik abstrak. Setiap sintaksis puitik memiliki “ciri” tekniknya sendiri. Continue reading “INTI EKSPRESI PUISI ADALAH SINTAKSIS, BUKAN KATA”

APAKAH SEBUAH PUISI YANG INDAH SELALU MUDAH “DIPAHAMI”?

Ahmad Yulden Erwin

Apa yang dimaksud puisi kompleks, puisi sederhana, dan puisi gelap? Di Indonesia, puisi sering dimaknai kompleks atau sederhana terkait soal ekspresi bahasanya. Puisi sederhana cenderung menggunakan kalimat sederhana, parole, diksi sehari-hari atau diksi yang umum digunakan, serta metafora atau simbol sederhana. Sedangkan puisi kompleks cenderung menggunakan kalimat luas atau permainan sintaksis, abstraksi atau pemadatan makna, diksi-diksi khusus, serta metafora dan atau simbol yang kompleks. Sebenarnya, kedua ekspresi bahasa itu bukanlah ukuran dari estetik atau tidak estetiknya satu puisi yang bernilai sastra, tetapi tergantung pada kemampuan penyair untuk membangun komposisi puitik (ketepatan linguistik, kedalaman tematik, gita-puitik, lukisan-puitik, serta inovasi puitik) secara tepat, sehingga puisi itu menjadi indah secara estetika dan bermakna. Continue reading “APAKAH SEBUAH PUISI YANG INDAH SELALU MUDAH “DIPAHAMI”?”