SMS EMERGENCY ALERT DI TENGAH MUSIM SEMI

Sudah diterbitkan majalah Koreana edisi musim semi 2020!


Langsung bisa dibaca di www.koreana.or.kr Korea Foundation 2020.

Koh Young Hun *

Ketika bulan Maret tiba, pelan-pelan udara menjadi hangat menandai musim semi atau musim bunga dimulai. Memasuki bulan April bunga sakura pun bermekaran di sepanjang pinggir Sungai Han dan di beberapa sudut kota. Kemudian diikuti mekarnya bunga azalea, lilac, magnolia dan forsythia. Ketika itu hampir seluruh kota di Korea dihiasi oleh keindahan bunga, aneka warna dan aneka rupa.

Hanya saja keindahan musim semi 2020 ini sedikit terganggu dengan kasus merebaknya Covid-19. Namun, pemerintah Korea Selatan tidak tinggal diam menghadapi virus ini. Dilakukanlah penelusuran potensi penyebaran, mempelajari hubungan antarkasus, hingga mengirimkan SMS emergency alert secara serentak. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Korea Selatan dianggap sebagai contoh negara yang berhasil menangangi kasus Corona, dibandingkan dengan Jepang.

Jeong Eun Kyeong, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, menyatakan “Virus corona tidak akan menghancurkan Korea. Hingga 28 Februari Korea telah menjalankan tes Covid-19 kepada sebanyak 46 ribu. Jepang hanya melakukan tes 1800 orang, US melakukan tes kurang dari 426 orang, dan mereka harus membayar sebesar 1600 dolar dengan uang sendiri. Di Korea Selatan semua tes gratis.”

Karena merebaknya virus ini, orang lebih banyak memilih tinggal di rumah, kecuali para karyawan dan pekerja. Berbicara soal rumah, Koreana edisi musim semi 2020 ini mengangkat ikhwal rumah di Korea, tradisional dan modern. Rumah kontrakan, apartemen, rumah bersama, hingga hanok (rumah tradisional Korea) dibahas tuntas dalam terbitan kali ini. Rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, namun juga mampu membentuk karakter penghuninya serta relasi antarpribadi di kawasan tempat tinggal.

Tinggal di rumah sambil membaca cerita pendek “Siapa yang Membunuh Kucing” karya Youn Dae-nyeong tentu akan menyenangkan. Pertanyaan-pertanyaan feminisme merupakan masalah paling intens bagi masyarakat Korea pada akhir 2010-an diangkat sebagai tema cerita pendek tersebut. Sambil membaca rubrik Fokus, Dua Korea, Penjaga Warisan, dan sebagainya yang khas dari Koreana, kita nikmati taburan bunga melalui korden jendela yang selalu terbuka. Selamat membaca.

*) Pemimpin Redaksi Koreana edisi Bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *