TENTANG KEBERSAMAAN

Aguk Irawan Mn *

Ya diam di rumah bersama keluarga, kata mereka
tetapi kusaksikan burung-burung bebas di udara
awan-awan kecil berarak dan gerak di langit utara
perahu dan kapal terlihat berlayar di samudera
jadi kenapa meski diam di rumah?

Perlahan-lahan aku baru menyadari keberadaannya
burung itu terbang tidaklah sendiri, tetapi bersama kawanannya
awan itu juga merahasikan rindu-sedunya bersama cuaca
perahu dan kapal bersama gelombang merayakan cintanya

Jadi, kenapa tidak di rumah bersama keluarga?
Seperti pada hari ini saat kita bersama melawan Corona
bukankah pergi hanya membuahkan bekas-bekas telapak kaki
juga menyekat dan menyekap denyut nadi sendiri?

Oh, adakah yang lebih indah dari gerimis dan cahaya matahari?
kebersamaannya telah melahirkan ribuan warna pelangi
kemudian pohoh-pohon, sawah dan bukit seperti merias diri
berkilauan bagai manik-manik di tengah kemewahan

Oh, adakah yang lebih elok dari bintang dan bulan saaat bersama?
di tepi langit meraka asyik bercengkrama dalam jarak yang dekat
dan, di sekelilingnya ada juga bintang-bintang kecil berkerlip disana
dibiarkannya malam yang mencekam dan direngkuhnya semua kerinduan

Maka, inilah hikmah terindah dari semesta cinta
mencintai samudera dengan mecintai pasang dan surutnya
mencintai cuaca dengan mecintai panas dan dinginnya
mencintai keluarga dengan isyarat-isyarat yang dekat

Karena inilah sehampar tanah yang sudah ditakdirkan
menjadi milik kita selamanya….

Ramadhan 5 Mei 2020.

_______________________
Aguk Irawan MN, sastrawan kelahiran Lamongan 1 April 1979. Karya-karyanya fiksi pun non fiksi. Selain menulis, menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab ke bahasa Indonesia. Karyanya; puisi, cerpen, esai sastra, agama, budaya, dipublikasikan di Horison, Kompas, Suara Pembaharuan, Sinar Harapan, Jawa Pos, Republika, Media Indonesia, Indopos, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Minggu pagi, Suara Merdeka, Surabaya Post, Sumut Pos, Basis, Merapi, Rakyat Sumbar, Fajar Makassar, Carawala Makassar, Kaki Langit, Syir’ah, Jurnal Analisis, Risalah, Majalah Tebuireng, Kuntum, Bende, NU Online, Jejak Bekasi, Merapi Pembaruan, Sidogiri Media, dll. Pendidikannya, MI dan SD di Kalipang, Sugio, Lamongan (1990), SMP Sunan Drajat (1993), MAN Babat sambil belajar kitab kuning di Darul Ulum, Langitan (1997), kuliah jurusan Aqidah-Filsafat, di Al-Azhar Cairo Egypt atas beasiswa Majelis A’la Islamiyah (2003), Pasca Sarjana di STAI Al-Aqidah (2010), program Doktoral di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2017), keduanya beasiswa Kemenag RI. Pendiri Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *