Puisi-Puisi Sumargono SN

TUA

Lelaki tua dengan pikulan di pundaknya
bersahaja menghitung laba

Sedari tadi mondar-mandir menawarkan
dengan segala upaya
di antara para manusia,
para pengunjung taman wisata

Disusuri jalan penuh kerikil
menusuk telapak menghunjam jantung
entah iba atau rezeki hari tua,
dalam senjanya terus berjuang merajut asa

Di mana saudaranya?
atau itu jalan hidupnya

Itu dia lelaki tua
bersua dengan asa

Jangan biarkan keluarga kita
berjuang di ujung senja

Dan juga kita generasi muda

Februari 2019

DOA SANG IBU

Aroma merekah menyibak ruangan
dalam hening malam
lantunan ayat Tuhan berkumandang
antara jarak sadar
akan sayang saling beradu
bertemu menjadi Satu

Di sudut sepi wanita memecah ragu
untuk anak berpangku pada dipan kayu
sesekali merengek meminta susu

“Nak,
jika dewasa mencumbu
inggat Tuhan Maha Satu
lebih dekat dari nadimu

Jauh sejauh telingga tak beradu
jika dewasa mendekap pilu

Katakan Tuhan selalu disampingmu
jangan terlena pada sendu
keraguan menutup segala penjuru

yakinlah Tuhan selalu”

24 Januari 2019

TANGISAN

Selepas fajar mengoda
bising anak kecil mengadu
disumpalnya mulut dengan puting
seketika berganti hening

Letih mengadu tiap waktu
kadang rindu pada wanita,
yang dulu tempat mengadu
kini terasa yang dulu dirasa

Januari 2019

Sumargono SN, pria kelahiran Madiun tahun 1991, yang tertarik pada dunia puisi sejak sekolah dasar. Antologi puisi pertamanya bertitel “Lentera Usang” (2018), dan yang kedua “Wanita Tua” Penerbit Mekar Publishing 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *