Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (1)

: ZAMAN YANG LOLOS DINAMAI
Djoko Saryono

Pernahkah Anda merenung, lantas bertanya. Dunia dan zaman macam apakah yang sedang kita hidupi dan menghidupi kita? Kita sekarang sedang memasuki dunia dan zaman serba tak pasti, tak terduga, penuh kesemrawutan, dan sarat kemenduaan (ambiguitas). Dunia dan zaman macam begini acap disebut VUCA World — volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity world. Sedemikian tak pastinya, tak terduganya, semrawutnya, dan ambigunya sehingga nyaris tak ada perspektif, kerangka pikir, paradigma, atau pendekatan konseptual atau teoretis yang dapat dipakai untuk menangkap dan menggambarkannya, apalagi menamainya secara komprehensif dan holistis.

Tak heran, kita menghadapi dan berhadapan dengan dunia dan zaman yang selalu lolos, senantiasa mrucut, untuk kita konseptualisasi dan formulasikan. Pinjam frasa Amir Hamzah, kita seolah senantiasa ‘bertukar tangkap dengan lepas’. Itu sebabnya, kita menjumpai bermacam-macam, malah berpuluh konstruk dan nama dunia dan zaman yang sedang kita hadapi dan hidupi sekarang ini. Dunia dan zaman pun terfragmentasi dan tersegmentasi sedemikian rupa.

Bersambung…

One Reply to “Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *