Kemenangan Ini Bukan Milikku


Muhammad Yasir

Mereka berani melintasi jalur kematian itu demi mengantarkan kabar baik kepada para pemenang pertarungan kualitas karya yang mereka gelar waktu lalu.

Namaku mencuat ke permukaan sebagai salah satu pemenang dari tanah Seruyan sebagai “Penulis Cerita Budaya” versi Dayak Voice; sebuah kelompok pemuda yang resah terhadap penggerusan alam yang berdampak pada identitas (red. Identitas tidak hanya soal gen, tetapi juga alam).

Apakah aku pemenang sejati? Tidak. Mereka tidak mengetahui bahwa aku bagian dari ‘pinggir’ yang tak diacuhkan di tanahku sendiri. Namun, aku takkan menuntut itu. Biarkan saja, angin dari danau dan sungai-sungai itu membisikan namaku ke telinga mereka.

Pemenang sesungguhnya ialah masyarakat Seruyan yang saat ini berjuang untuk pembebasan diri mereka dari kelaparan, kemiskinan, dan hal-hal tak baik lainnya. Sekali lagi, mereka adalah pemenang sesungguhnya.

Lain waktu, aku akan mengunggah Cerita Budaya itu di catatan akun Faceebook-ku untuk menunjukkan kepada saudara sekalian bahwa kami pemenang yang hidup dalam kekalahan dan akan tetap berjuang untuk hidup.

Tabe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *