EULOGI: Umbu Wulang Landu Paranggi

Djoko Saryono

[rumahmu bukit batu puisi
di situ orang berziarah api arti]

usai amuk kemarau
rumput-rumput segar hijau
meminta padang-padang terbuka
dan jernih langit biru Sumba berbicara
mengabarkanmu berangkat kembara:
menjelajahi negeri-negeri puisi
di beribu gugusan nurani

[seperti kuda-kuda pacu kencang berlari
di atasnya para muda bertombak menari]

padang-padang angin
di delapan penjuru Sumba
ringkik puisi-puisi berirama
di mulut kuda-kuda Pasola dihela
menyambutmu pulang ke awal mula:
jazadmu menjelma tubuh puisi
ruhmu menjadi keindahan abadi

[ringkik kuda-kuda Sumba
angin padang-padang sabana
suara rindu setiap manusia]

7 April 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *