Lilin
:Gus Dur
api mencucup ubun-ubun
memamah daging dan tulang
leleh tubuhmu segera lenyap
terbang kibas-kibaskan cahya
menyusup ke bilik-bilik
sulut sumbu lentera
kini kami teramat sempurna
membaca dirimu sesunggunya
the sunrise of java, 02012010
Bulan Tanah
kudului seratus langkah teman kelasku
kusapui sepenjuru halaman sekolahku
kubergegas masuk ruang belajar
ketika satu kakiku tanggal di bayang daun pintu
pak guru langsung menjeratku dengan sepintal pinta:
ambilkan aku matahari, muridku!
kujungkir kepala sapu di tanganku
segera kugambar lingkaran di atas tanah
kuberi juntai-juntai mengelilingi
tanpa kata pak guru mencungkil kedua bola
matanya lalu dilempar ke jantung bulan
yang tersenyum memandangnya
the sunrise of java, 14122009
Rumah Kembali
kalau ruh kembali ke
rumahnya
tanah tempatmu pulang
selamanya
badan kaku mulut keluh
membujur di istana tak
berpintu
the sunrise of java, 11122009
Memungut Matahari
hari ini aku bangun lebih mula, sebelum pagi pecah
di kukuruyuk ayam di ciricit burung pengusir lelap
kukejar cakrawala ketika mukamu bara segera
tapi kau gegas mengangkasa tengger di atas kepala
segera kupijak anak bungsu tangga
tapi kau melanting ke batas senja sudah
lindap di perut bumi tinggalkan
aku di gigil peluk hangatmu
the sunrise of java, 30112009
Sekadar Puisi Sekadar
: HuHi
katai katai aku semau maumu
kerna puisiku tak hangati badan gigil tak kenyangi perut pengungsi tak obat merah penyumbat luka tak seoles minyak kayu putih pengusir kembung perut tak perban pelindung luka pelindung kuman tak pakaian pelindung badan dari sengat mentari
katai katai aku semau maumu
kerna puisiku bukan pasir semen gamping batubata ranting ranting besi yang tegaki cagak dan dindingi rumah
katai katai aku semau maumu
kerna puisiku hanya cahya kala gelap pengingat kala lupa penggedor kala teledor pengobat kala sakit penguat kala sekarat jamu kala jemu pemicu kala buntu pemacu kala galau penghibur kala hancur istri teman sejati sepi
the sunrise of java, 20112009
