SEKEPING PIKIRAN YANG PECAH
Pikiranku pecah
Oleh perencanaan
Menjadi kepingan tercacah
Berantakan
Berhamburan ke antah berantah
Pikiranku terbelah
Mempertanyakan masa depan
Ataukah dayaku masih pasang
Sedang usia dikejar hitungan
Kurasa tinggal susah
Pikiranku kalah
Dan tak ada yang tahu
Bahwa adaku dalam tapak ragu
Mengentalkan kebahagiaan dan kekecewaan
Kenyataan yang tak menegaskan kemudahan
Sekeping pikiranku
Telah pecah, terbelah
Lalu susah, mendesah
Mungkinkah aku sudah kalah?
(Gunungkidul: Maret 2006)
BANTUL V
Pasca petaka 5 hari
Aku ingin menengok nurani
Melewati celah pilu
Bantul,
Di sana kutemukan denyar
Kejelasan bentuk dunia
Tak lebih tubuh telanjang
Dan atribut adalah maya
Tak berarti apa-apa
Karena Tuhan tawarkan kebakaan
Pilihan untuk ilmu dan iman
Bantul,
Menjelma selembar tiket
Petualangan spiritual
Meraih gerbang kemanusiaan
Sesusun perangkat keyakinan
Kematian adalah misteri
Yang datang seperti pencuri
Kini,
Aku tak ingin menanti
Biarlah hari
Kuhadapi dengan mengisi arti
(Yogya: Juli 2006)
KUPESAN HARAPAN
(Untuk kanak-kanak)
titik embun yang menetes
umpama bening matamu
berbintil ujung daun pohonan
pagi menyambut mentari
simbol nafas zaman
memompa selaksa negri
untuk meninggi
meraih buah termasak
telah kuransum bekal per depa
yang kupungut di jalanan biografi negri
sedikit dari pemberitaan tetangga
ditambah aroma buku
telur bulat kepala tak berjumlah
lama dan birokrat menjelma kompos tumbuh patung
mengisi taman lazuardi katulistiwa
adalah kalian tukang kebunnya
segambar peta bernama Indonesia
(Gunungkidul, Juni 2003)
