
Judul Buku: Senyap yang Lebih Nyaring Continue reading “Mengikuti Remah-remah Eka Kurniawan dalam Senyap yang Lebih Nyaring”
KOTA YANG MENELAN KENANGAN
Taufiq Wr. Hidayat
Waktu matahari diterbitkan, gedung-gedung menyala. Memantulkan panas dari derita petaka. Tak ada percakapan, selain mesin dan rencana-rencana kerja. Bahasa tak berkomunikasi tentang alamat pulang. Android dan laptop menyusun dunianya sendiri, menyedot manusia ke asam lambungnya yang dipenuhi tembaga dan angka. Kata sandi mengunci otak manusia. Ingatan tentang rumah dan masa kecil, disediakan lobang kubur di lambung-lambung kesibukan. Orang-orang berebut surga dengan memasak daging saudaranya. Continue reading “KOTA YANG MENELAN KENANGAN”
Filsafat Puitis pada Franz Kafka

Axel Grube
Penerjemah: Sigit Susanto Continue reading “Filsafat Puitis pada Franz Kafka”
Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (II)
Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
Koekuh Djatmiko: “1. Mana yang lebih urgen, terjemahan yang setia dengan gaya bahasa pengarang atau yang penting pesan pengarangnya sampai ke pembaca? 2. Bila novel yang akan diterjemahkan aslinya non bahasa Inggris, misalkan Perancis, Spanyol atau Jerman, apakah bung AK memilih buku yang bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris? Bukankah bila memilih buku yang terjermahan Inggris, artinya bung AK sudah memilih buku terjemahan atas terjemahan? Terkait dengan itu, bagaimana kita sebagai penterjemah mau mengikuti gaya bahasa dan bercerita pengarang ybs?” Continue reading “Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (II)”
Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (I)
Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
Continue reading “Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (I)”
