Person dan Aktor Hamidah dalam Teater

Asarpin

Saya tidak sedang berpretensi sebagai pengamat teater, ketika akhir-akhir ini melihat ramainya fenomen teater yang disibukan dengan dialog yang berlarat-larat sehingga tidak mempunyai ruang untuk menggarap detail di tingkat tubuh aktor. Demikian pula ihwal monolog batin, yang kini tampaknya ditempatkan sebagai locus theatricus, dan nyaris dianggap sebagai model terdepan plus terbaik. Continue reading “Person dan Aktor Hamidah dalam Teater”

Oknum

Emha Ainun Nadjib
Harian SURYA, 13 Januari 1992

Kali ini tampaknya justru saya yang berkonsultasi kepada Anda. Ini menyangkut keluhan seorang ibu rumah tangga yang batinnya sedang sangat tertekan. Berasal dari wilayah dekat kampung halarnan saya sendiri, yakni Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Pernahkan Anda membayangkan bahwa di antara hal-hal dan realitas yang saya ketahui, hanya sekitar 25 persen saja–bahkan mungkin kurang dari itu yang bisa saya ungkapkan melalui tulisan? Ada banyak pintu tertutup atau rambu nilai yang membuat sangat banyak harus disembunyikan atau ditutup-tutupi. Continue reading “Oknum”

Religiusitas dalam Sastra

Lilis Indrawati
http://www.kompasiana.com/Lis_Indra

“Ada kerendahan untuk kemahatinggian dalam puisi Berwudlu Air Murni karya Emha Ainun Najib”

Sebagai hasil peristiwa seni yang estetis, karya sastra pada hakikatnya berfungsi sebagai media yang menyenangkan dan berguna. Melalui karya sastra, seseorang dapat memperoleh kesenangan dan bermacam-macam pandangan filsafat, agama, serta cara pandang terhadap diri sendiri, orang lain, dan Tuhan. Continue reading “Religiusitas dalam Sastra”

Bahasa »