Mengintip Jendela Terorisme

Hasnan Bachtiar *

Terorisme itu bukanlah hal yang jelas dengan sendirinya. Karena itu, perlu diperjelas. (Sindhunata, 2005)

Merespon pendapat Sindhunata di atas, nampaknya paradigma deradikalisasi paham keagamaan sebagai salah satu agenda perlawanan terhadap terorisme, harus diapresiasi dengan baik. Pasalnya, deradikalisasi bermakna jalan alternatif yang mengusung kesadaran kritis untuk memperjelas hakikat terorisme itu sendiri. Membongkar akar terorisme luar dalam. Continue reading “Mengintip Jendela Terorisme”

Roland Barthes dan Pembebasan Makna

Iwan Awaluddin Yusuf *
Newsletter Polysemia, Edisi 3/Tahun I, Juli 2006.

“Tidak ada pemahaman tunggal atas suatu teks”, “.. pemaknaan teks bersifat otonom merupakan inti dari kebebasan yang memberi tempat bagi siapa saja untuk bersuara”. Demikian aksioma yang sering mengemuka dalam diskusi mengenai “pembacaan” atas suatu pesan. Kehadiran konsep ini sendiri tidak dapat dilepaskan dari sumbangan pemikiran Roland Barthes, seorang intelektual yang pernah mengembara dalam alam pemikiran eksistensialis, marxis, strukturalis, hingga post-strukturalis Continue reading “Roland Barthes dan Pembebasan Makna”

Bahasa »